Kabar Baik untuk Guru ASN, Pemko Pekanbaru Buka Program Beasiswa S2 Tahun 2026

Beritariau.com, Pekanbaru - Pemerintah Kota Pekanbaru kembali menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan kualitas pendidikan melalui program pengembangan sumber daya manusia bagi tenaga pendidik. Tahun 2026 ini, para guru Aparatur Sipil Negara (ASN) di Pekanbaru berkesempatan melanjutkan pendidikan ke jenjang magister atau S2 melalui program beasiswa yang disiapkan pemerintah kota.
Program tersebut menjadi salah satu langkah strategis Pemko Pekanbaru untuk meningkatkan kompetensi dan kualitas akademik para guru, sehingga mampu memberikan pelayanan pendidikan yang lebih baik kepada peserta didik di sekolah.
Pelaksana Tugas Kepala Dinas Pendidikan Kota Pekanbaru, Syafrian Tommy, mengatakan bahwa program beasiswa ini akan mulai berjalan pada tahun ajaran baru 2026.
Menurutnya, program tersebut khusus diperuntukkan bagi guru berstatus ASN yang ingin melanjutkan pendidikan ke jenjang S2 atau program magister di sejumlah perguruan tinggi yang telah bekerja sama dengan pemerintah kota.
“Tahun ini kita ada program beasiswa untuk guru, khusus yang ASN, beasiswa S2,” ujarnya, Rabu (6/5/2026).
Ia menjelaskan, pemerintah kota saat ini telah menjalin kerja sama dengan beberapa universitas guna mendukung pelaksanaan program tersebut. Kerja sama ini diharapkan dapat membuka peluang lebih luas bagi para guru untuk mengembangkan kemampuan akademik dan profesionalisme mereka.
Meski demikian, Dinas Pendidikan Kota Pekanbaru hingga kini masih melakukan pendataan dan penghitungan terkait jumlah calon penerima beasiswa. Pemerintah juga memastikan bahwa seluruh peserta nantinya akan mengikuti proses seleksi sebelum ditetapkan sebagai penerima bantuan pendidikan.
“Kita masih menghitung jumlahnya. Untuk calon penerima tentu ada proses seleksi yang bakal diikuti,” tambahnya.
Program beasiswa ini juga menjadi bagian dari komitmen Wali Kota Agung Nugroho dalam meningkatkan kesejahteraan sekaligus kualitas tenaga pendidik di Kota Pekanbaru.
Selama ini, program bantuan pendidikan lebih banyak menyasar peserta didik dari keluarga kurang mampu. Namun ke depan, pemerintah kota juga ingin memberikan perhatian lebih kepada para guru sebagai ujung tombak pendidikan.
“Apabila selama ini beasiswa untuk peserta didik kurang mampu, ada juga beasiswa untuk guru,” kata Agung Nugroho.
Kebijakan tersebut mendapat respons positif karena dinilai dapat memotivasi guru untuk terus meningkatkan kapasitas diri di tengah tuntutan dunia pendidikan yang terus berkembang.
Dengan adanya program beasiswa S2 ini, diharapkan kualitas tenaga pengajar di Kota Pekanbaru semakin meningkat, baik dari sisi akademik, metode pembelajaran, maupun kemampuan menghadapi tantangan pendidikan modern. (*)

