Rakor Inflasi 2026 Dipimpin Tomsi Tohir, Pemkab Inhil Ikuti Secara Virtual

Beritariau.com, Inhil - Pemerintah Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) mengikuti Rapat Koordinasi (Rakor) Pengendalian Inflasi Daerah Tahun 2026 yang digelar secara virtual, Senin (20/4/2026). Kegiatan ini berlangsung dari e-Bilik Diskominfopers di Tembilahan.
Bupati Inhil, Herman, diwakili oleh Asisten II Setda Inhil, Dwi Budianto. Rakor tersebut dipimpin langsung oleh Sekretaris Jenderal Kementerian Dalam Negeri, Tomsi Tohir, serta menghadirkan Deputi Bidang Distribusi dan Jasa Badan Pusat Statistik, Ateng Hartono.
Dalam pemaparannya, disampaikan bahwa tren inflasi pasca Lebaran dalam empat tahun terakhir cenderung lebih rendah dibandingkan saat Ramadan, meskipun pada kondisi tertentu seperti tahun 2022 tetap terjadi kenaikan karena momentum hari raya jatuh di awal bulan.
Kelompok pengeluaran yang paling mempengaruhi inflasi pasca Lebaran meliputi sektor makanan, minuman, dan tembakau, serta perumahan, air, listrik, dan bahan bakar rumah tangga. Sementara itu, komoditas utama penyumbang inflasi antara lain bawang merah, cabai merah, cabai rawit, dan telur ayam ras.
Data Indeks Perkembangan Harga (IPH) minggu ketiga April 2026 menunjukkan sebanyak 15 provinsi mengalami kenaikan, sementara 23 provinsi lainnya mengalami penurunan. Kondisi ini mengindikasikan adanya tren stabilisasi harga di sejumlah daerah.
Selain itu, harga gula pasir secara nasional tercatat masih berada di atas Harga Acuan Penjualan (HAP) dengan kenaikan sebesar 1,31 persen dibandingkan bulan sebelumnya. Kenaikan harga juga terjadi di hampir setengah wilayah Indonesia.
Melalui rakor ini, pemerintah pusat menegaskan pentingnya peran aktif pemerintah daerah dalam menjaga stabilitas harga, terutama melalui penguatan koordinasi Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID), pengendalian distribusi, serta pelaksanaan langkah intervensi yang tepat sasaran. (*)

