Dua Siswa SMPN 1 Kampar Kiri Hilir Tembus 10 Besar Olimpiade Literasi Kebangsaan

Dua Siswa SMPN 1 Kampar Kiri Hilir Tembus 10 Besar Olimpiade Literasi Kebangsaan

Beritariau.com, Kampar – Dari ruang kelas sederhana, dua pelajar UPT SMPN 1 Kampar Kiri Hilir membuktikan bahwa keterbatasan bukan penghalang untuk berprestasi. Kholid Khoirul Azam dan Fatma Yeni sukses menembus 10 besar nasional Olimpiade Literasi Kebangsaan tingkat SMP/MTs.

Keduanya mencatat skor nyaris sempurna, 97 dari 100. Kholid meraih posisi harapan II dengan waktu 14 menit 23 detik, disusul Fatma dengan selisih waktu tipis, 14 menit 35 detik. Di tengah persaingan ketat peserta dari seluruh Indonesia, capaian ini menjadi bukti kemampuan akademik sekaligus ketangguhan mental.

Kompetisi yang berlangsung berjenjang sejak Januari hingga April 2026 ini dilaksanakan sepenuhnya secara daring. Tanpa suasana panggung dan pengawasan langsung, para peserta dituntut mengandalkan disiplin, fokus, dan kejujuran.

Guru pendamping, Yeni Elfita, menyebut tantangan terbesar justru datang dari aspek non-akademik. “Bukan hanya kemampuan menjawab soal, tetapi juga ketahanan fokus dan karakter yang diuji,” ujarnya.

Pembinaan dilakukan secara konsisten melalui latihan rutin, diskusi, serta pendalaman materi kebangsaan. Literasi yang dibangun tidak sekadar kemampuan membaca, tetapi juga pemahaman nilai identitas, keberagaman, dan wawasan kebangsaan.

Keberhasilan ini juga ditopang dukungan sekolah. Kepala UPT SMPN 1 Kampar Kiri Hilir, Yusrial, memberikan ruang pembinaan yang memadai sehingga proses latihan berjalan berkelanjutan.

Bagi Kholid, pengalaman di tingkat nasional menjadi ujian tersendiri. Ia harus mengelola rasa gugup sekaligus berpacu dengan waktu. “Kuncinya tetap tenang dan pandai membagi waktu. Jangan terpaku pada satu soal,” katanya.

Prestasi ini mendapat apresiasi dari Wakil Bupati Kampar, Misharti. Ia menilai capaian tersebut menunjukkan bahwa potensi pelajar daerah mampu bersaing di tingkat nasional.

“Ini kebanggaan bagi Kampar. Kita berharap prestasi seperti ini terus berlanjut melalui pembinaan yang konsisten,” ujarnya.

Lebih dari sekadar peringkat, keberhasilan ini menjadi gambaran bahwa literasi kebangsaan memiliki peran penting dalam membentuk generasi yang tidak hanya cerdas, tetapi juga memiliki kesadaran sebagai bagian dari bangsa.

Dari Kampar, dua nama itu kini menjadi bukti bahwa kerja keras, bimbingan, dan lingkungan yang mendukung mampu membuka jalan menuju panggung nasional. (*)