Mahasiswa HI UIR Lakukan Study Visit ke Malaysia, Perdalam Pariwisata Internasional & Diplomasi Buda
Beritariau.com, Pekanbaru - Mahasiswa Program Studi Hubungan Internasional (HI) Universitas Islam Riau melaksanakan kegiatan Study Visit ke Malaysia sebagai bagian dari praktikum Mata Kuliah Pariwisata Internasional.
Kegiatan ini diikuti 40 mahasiswa dari angkatan 2023 dan 2024, didampingi Ketua Prodi HI Rio Sundari, S.IP., M.A. serta dosen pengampu Dr. Fitrisia Munir, S.IP., M. Phil.
Kegiatan ini dirancang sebagai bentuk experiential learning untuk memperdalam pemahaman mahasiswa mengenai dinamika industri pariwisata global serta keterkaitannya dengan bidang hubungan internasional. Dalam konteks ini, pariwisata dipahami tidak hanya sebagai sektor ekonomi, tetapi juga sebagai instrumen diplomasi budaya dan penguatan citra negara di tingkat internasional.
Selama kunjungan, mahasiswa mengeksplorasi berbagai destinasi strategis di Malaysia, seperti Mitsui Outlet Park dan Pavilion Kuala Lumpur yang merepresentasikan pariwisata modern berbasis industri ritel.
Mereka juga mengunjungi Dataran Merdeka, KL Tower, dan Petronas Twin Towers yang memberikan pemahaman tentang pengelolaan destinasi berbasis landmark dan nilai historis, serta Istana Negara sebagai simbol kenegaraan dalam konteks pariwisata.
Selain kunjungan lapangan, mahasiswa juga mengikuti aktivitas akademik berupa diskusi interaktif dan pembelajaran bersama mahasiswa lokal, yang memberikan pengalaman langsung mengenai sistem pendidikan dan perspektif global dalam studi hubungan internasional.
Mahasiswa angkatan 2023, Reza Afriano Pratama, menuturkan bahwa kegiatan ini memberikan wawasan luas melalui interaksi akademik dan kunjungan ke berbagai destinasi unggulan seperti Genting Highlands, Batu Caves, Putrajaya, dan Pagoda, yang mencerminkan keberagaman budaya, religi, serta kemajuan tata kelola kota modern di Malaysia.
Melalui kegiatan ini, mahasiswa diharapkan tidak hanya memahami teori, tetapi juga mampu mengembangkan kemampuan analitis dan perspektif global dalam melihat peran pariwisata sebagai instrumen strategis hubungan antarnegara. (*)

