Kisah Bujang si Petani Kelapa di Inhil yang tewas dibegal
.jpg)
ilustrasi
Beritariau.com, Inhil - Bujang (43) warga Dusun Parit Baru Desa Cahaya Baru Kecamatan Mandah Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) tewas digorok perampok sepeda motor atau begal pada Rabu (27/07/16) malam sekitar pukul 19.30 wib, di jalan Tembok desa Cahaya Baru Kecamatan Mandah tak jauh dari rumah korban.
Kapolres Inhil AKBP Hadi Wicaksono Sik, Kamis (28/07/16) membenarkan kejadian tersebut. Dikatakannya, korban sudah ditemukan tewas dengan kondisi leher dan tubuh penuh luka dan berdarah karena mempertahankan sepeda motor dan uang Rp 15,9 juta yang dibawanya.
"Sepeda motor korban dibawa kabur oleh pelaku, namun uang tunai Rp 15.930.000 milik korban dalam bungkusan tidak dibawa pelaku," ujar Wicak.
Istri korban (Jumaah) dan warga lainya melihat di samping tubuh korban juga ada kaca spion sepeda motor yang terkena bercak darah.
Kepada petugas, Jumaah mengatakan, sebelum ditemukan tewas dengan kondisi mengenaskan, suaminya pergi meninggalkan rumah seorang diri untuk berhitung dan mengambil uang hasil penjualan kelapa dengan pembeli kelapanya yang ada di Dusun Parit Baru dengan membawa sepeda motor yamaha jupiter Z.
Polisi menduga, sebelum dibegal, terjadi perlawanan yang dilakukan korban sehingga mengakibatkan korban tewas dengan kondisi leher ditebas atau digorok senjata tajam.
Dari hasil olah tempat kejadian perkara, polisi menemukan barang bukti berupa 1 lembar kain sarung warna merah yang terdapat noda darah, selembar baju kemeja warna merah dalam keadaan robek yang terdapat noda darah, 1 bungkusan plastik hitam yang berisikan uang sejumlah Rp15.930.000, serta 1 buah kaca spion dalam keadaan berdarah.
"Petugas telah menerima laporan Polisi dari keluarga korban dan melakukan oleh TKP. Korban juga sudah divisum, lalu polisi langsung mencari keberadaan pelaku," jelas Wicak.
Kerja keras polisi membuahkan hasil, Kamis pagi sekitar pukul 09.00 Wib, dua pelaku ternyata inisial WS (16) bersama temannya Suryanto (26) yang melakukan begal terhadap Bujang. Mereka membawa sepeda motornya Jupiter Z milik korban.
Menurut Wicak, Suryanto sebagai pengendara sepeda motor, sedangkan WS yang melakukan eksekusi menggorok leher korban.
Pelaku Suryanto dan WS berdomisili tak jauh dari rumah korban di Dusun Cahaya Baru Desa Cahaya Baru Kecamatan Mandah Kabupaten Inhil. Setelah melakukan aksi begal terhadap korban, pelaku kabur dan bersembunyi di Dusun Parit Baru Tasik.
"Petugas yang mendapat informasi dari hasil penyelidikan, keberadaan pelaku ada di Dusun Parit Baru Tasik. Selanjutnya Kapolsek Mandah Iptu Warno bersama kanit Reskrim Bripka Syamsul Mazus dengan 5 personil Mandah langsung mencarinya," ucap Wicak.
Lalu, polisi melakukan penggerebekan di rumah Suryanto yang pada saat itu bersama WS. Tanpa basa basi, polisi langsung menangkap keduanya tanpa perlawanan.
Petugas juga menggeledah rumah pelaku untuk mencari barang curian dan barang bukti senjata tajam yang digunakan pelaku saat membegal korban hingga tewas.
"Petugas menemukan barang bukti berupa sebilah badik berhulu kayu bersarung kayu dengan panjang sekitar 28 cm milik tersangka Suryanto yang digunakan WS," ucap Wicak.
Selain itu, polisi juga menemukan Yamaha Jupiter Z warna putih dengan nomor polisi BP 4878 GC milik korban Bujang serta Yamaha Vixion warna merah milik Suryanto yang digunakan untuk melakukan begal.
"Saat ini kedua tersangka dan barang bukti sudah diamankan di Mapolsek Mandah Guna penyidikan lebih lanjut. Dan pada saat dilakukan penangkapan terhadap kedua pelaku tidak ada dilakukan perlawanan," pungkas Wicak. [red]

