Perkuat SI BESTI, Hj. Katerina Susanti Pacu Percepatan Penurunan Stunting di Inhil

Beritariau.com, Tembilahan – Upaya percepatan penurunan stunting di Kabupaten Indragiri Hilir terus diperkuat melalui berbagai inovasi daerah. Salah satunya adalah Program Stimulasi Integrasi Balita Risiko Stunting (SI BESTI), yang menjadi bagian dari Gerakan Inhil Atasi Stunting (GINTAS).
Program GINTAS sendiri telah melahirkan sejumlah inisiatif, termasuk “Kasih Terdahsat” (Kita Amalkan Sedekah Dua Butir Telur di Hari Jumat), sebagai bentuk komitmen dalam menciptakan generasi yang sehat dan berkualitas.
Guna mengoptimalkan pelaksanaan SI BESTI, Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Indragiri Hilir yang juga Wakil Ketua Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS), Hj. Katerina Susanti, memimpin Rapat SI BESTI Tahun 2026 yang digelar di ruang rapat kediaman Bupati, Selasa (14/4).
Dalam arahannya, ia mengapresiasi inisiatif Dinas Kesehatan yang telah menghadirkan program SI BESTI sebagai langkah strategis dalam menangani stunting secara lebih terarah dan berkelanjutan.
“Program ini menjadi upaya nyata dalam mempercepat penurunan stunting, khususnya melalui intervensi pada balita yang berisiko,” ujarnya.
Ia menegaskan bahwa stimulasi tumbuh kembang anak memegang peranan penting dalam pencegahan stunting. Stimulasi tersebut dapat dilakukan melalui aktivitas sederhana seperti bermain, berbicara, dan membangun interaksi yang penuh kasih sayang antara orang tua dan anak.
Menurutnya, stimulasi yang diberikan secara rutin mampu mengoptimalkan perkembangan anak, baik dari sisi fisik, kognitif, bahasa, sosial, hingga emosional. Pendekatan ini juga melibatkan seluruh pancaindra anak sebagai bagian dari proses tumbuh kembang yang maksimal.
Berdasarkan data yang ada, angka balita risiko stunting di Indragiri Hilir menunjukkan fluktuasi dalam beberapa tahun terakhir. Pada 2023 tercatat sebesar 18,8 persen, kemudian meningkat menjadi 25 persen pada 2024. Pada Agustus 2025, jumlah anak terdampak mencapai 853 kasus.
Namun, berbagai upaya yang dilakukan mulai menunjukkan hasil positif. Hingga Februari 2026, jumlah tersebut berhasil ditekan menjadi 525 anak.
Penurunan ini menjadi indikator bahwa program terpadu seperti SI BESTI dalam kerangka GINTAS mulai memberikan dampak nyata. Pemerintah daerah pun optimistis, melalui sinergi lintas sektor dan peran aktif masyarakat, angka stunting dapat terus ditekan demi mewujudkan generasi Indragiri Hilir yang sehat dan unggul. (*)

