MTQ Riau 2026 Dipadukan dengan Pacu Jalur, Perkuat Harmoni Agama dan Budaya

Beritariau.com, Jakarta - Menteri Agama Nasaruddin Umar menegaskan bahwa Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) tidak sekadar ajang kompetisi, melainkan instrumen strategis dalam memperkuat moderasi beragama berbasis kearifan lokal.
Hal tersebut disampaikannya saat membahas persiapan MTQ Provinsi Riau 2026 bersama Bupati Kuantan Singingi, Suhardiman Amby, dan jajaran Kementerian Agama.
MTQ yang dijadwalkan berlangsung pada Juni–Juli 2026 di Kuantan Singingi akan semakin semarak karena berdekatan dengan tradisi budaya Pacu Jalur yang digelar pada Agustus di lokasi yang sama.
Menurut Nasaruddin, perpaduan MTQ dan Pacu Jalur menjadi momentum penting untuk menyatukan nilai spiritual dan budaya lokal. Ia menilai pendekatan ini efektif dalam menyampaikan pesan keagamaan yang inklusif dan kontekstual kepada masyarakat.
“Integrasi agama dan budaya merupakan kekuatan besar dalam menjaga harmoni sosial. Ini bisa menjadi contoh praktik baik dalam membangun keberagamaan yang moderat dan terbuka,” ujarnya.
Pemerintah daerah Kuantan Singingi sendiri terus mematangkan persiapan, mulai dari infrastruktur hingga pelibatan masyarakat. Dukungan lintas sektor, termasuk dari Kementerian Agama, diharapkan mampu memastikan kelancaran sekaligus meningkatkan dampak sosial kegiatan.
Dengan sinergi antara pemerintah pusat dan daerah, MTQ Riau 2026 diharapkan tidak hanya sukses sebagai agenda keagamaan, tetapi juga menjadi ruang strategis untuk memperkuat persatuan melalui perpaduan nilai religi dan budaya lokal. (*)

