Filosofi Pacu Sampan: Simbol Kekompakan dan Semangat Membangun Kampar

Beritariau.com, Bangkinang – Tradisi Pacu Sampan tidak sekadar menjadi ajang perlombaan, tetapi juga mengandung nilai filosofi mendalam tentang kebersamaan, kekompakan, dan kesatuan tujuan dalam membangun daerah, khususnya Kabupaten Kampar.
Hal tersebut disampaikan Bupati Kampar Ahmad Yuzar yang diwakili Penjabat Sekretaris Daerah Kampar Ardi Mardiansyah saat penutupan Pacu Sampan di Desa Pulau Lawas, Kecamatan Bangkinang, Minggu (5/4/2026).
Menurut Ardi, Pacu Sampan mencerminkan pentingnya kerja sama tim. Sebuah sampan tidak akan melaju dengan baik tanpa kekompakan para pendayung yang bergerak seirama menuju tujuan yang sama.
Filosofi tersebut dinilai sejalan dengan semangat pembangunan daerah, di mana seluruh elemen masyarakat dan pemerintah harus bersatu dan bergerak bersama demi mencapai kemajuan serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Selain nilai kebersamaan, Pacu Sampan juga memberikan dampak ekonomi bagi warga. Kegiatan ini mampu menggerakkan UMKM lokal, mulai dari penjualan makanan, minuman, hingga produk khas daerah, sehingga turut meningkatkan perputaran ekonomi masyarakat.
Tak hanya itu, momentum Pacu Sampan juga menjadi ajang mempererat silaturahmi, terutama karena masih dalam suasana Idul Fitri dan tradisi Hari Raya Enam.
Melalui semangat kebersamaan yang terkandung di dalamnya, tradisi Pacu Sampan diharapkan terus dilestarikan sebagai warisan budaya sekaligus penggerak sosial dan ekonomi dalam mendukung kemajuan Kabupaten Kampar. (*)

