RAT 2025 Koperasi Merah Putih Kampung Tualang, Perkuat Ekonomi Kerakyatan

RAT 2025 Koperasi Merah Putih Kampung Tualang, Perkuat Ekonomi Kerakyatan

Beritariau.com, Siak – Rapat Anggota Tahunan (RAT) Tahun Buku 2025 Koperasi Merah Putih (KMP) Kampung Tualang digelar di aula Kantor Kampung Tualang, Senin (31/3/2026). Acara ini menjadi momentum penting untuk memperkokoh fondasi kelembagaan koperasi sekaligus merumuskan strategi memperkuat ekonomi kerakyatan dari tingkat kampung.

Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Siak, Tengku Musa, menegaskan koperasi tidak hanya menjadi wadah distribusi subsidi yang tepat sasaran, tetapi juga membuka akses bagi UMKM lokal untuk masuk ke pasar. Menurutnya, dengan koperasi yang bergerak secara gotong royong dan sistem bagi hasil adil, ekonomi desa akan bergerak dan lapangan kerja tercipta.

“Meski masih tahap awal, kami optimistis koperasi ini akan menjadi kekuatan ekonomi masyarakat. Prosesnya memang bertahap, tetapi dampaknya jangka panjang akan terasa luas,” ujar Tengku Musa.

Koperasi Merah Putih kini bukan sekadar lembaga ekonomi, tetapi juga harapan baru bagi masyarakat. Tengku Musa menekankan bahwa sistem distribusi melalui koperasi dapat memutus ketergantungan pada tengkulak dan menghadirkan kesejahteraan yang lebih merata.

Ketua Badan Pengawas Koperasi Merah Putih, Juprianto, menambahkan bahwa keberhasilan koperasi sangat bergantung pada kesabaran, komitmen, dan semangat kebersamaan seluruh anggota. Saat ini, koperasi telah memiliki tujuh gerai sebagai ujung tombak distribusi kebutuhan masyarakat, bekerja sama dengan Bulog dan pihak lain.

Juprianto menargetkan jumlah anggota mencapai 1.000 orang, sementara saat ini tercatat 470 anggota. Ia optimistis koperasi ini akan menjadi solusi untuk memperbaiki distribusi barang dan memutus mata rantai tengkulak yang selama ini menghambat kesejahteraan masyarakat.

Dengan semangat gotong royong dan langkah-langkah strategis tersebut, Koperasi Merah Putih Kampung Tualang diharapkan menjadi pilar ekonomi kerakyatan yang mandiri dan berkelanjutan, memberi dampak nyata bagi masyarakat setempat. (*)