Plt Gubri Apresiasi Satgas Karhutla: Tetap Berjuang di Tengah Lebaran Demi Riau Bebas Asap

Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Riau, SF Hariyanto
Beritariau.com, Pekanbaru – Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Riau, SF Hariyanto, menyampaikan apresiasi mendalam kepada seluruh personel Satuan Tugas (Satgas) Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) yang terus berjibaku di lapangan demi menjaga Riau dari ancaman kabut asap.
Menurutnya, dedikasi para petugas yang tetap bekerja di tengah libur Lebaran dan cuti bersama Idulfitri menjadi faktor penting dalam mengendalikan titik api di sejumlah wilayah rawan.
“Saya mengucapkan terima kasih sebesar-besarnya kepada seluruh tim Satgas Karhutla, Forkopimda, serta personel di lapangan. Dalam suasana Lebaran, mereka tetap bekerja tanpa henti untuk memastikan api tidak meluas,” ujar SF Hariyanto di Pekanbaru, Selasa (31/3/2026).
Apresiasi tersebut ditujukan kepada berbagai pihak yang terlibat, mulai dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana, TNI, Polri, hingga Kementerian Kehutanan. Ia juga menyoroti peran penting pasukan Manggala Agni, BPBD provinsi dan kabupaten/kota, serta Masyarakat Peduli Api (MPA) yang menjadi garda terdepan, khususnya di wilayah gambut.
Untuk memperkuat penanganan di lapangan, Pemerintah Provinsi Riau telah mengajukan bantuan tambahan kepada pemerintah pusat, termasuk dukungan armada water bombing dan penerapan Teknologi Modifikasi Cuaca.
“Alhamdulillah, respon dari pemerintah pusat sangat cepat. Bantuan sudah mulai bekerja maksimal di sejumlah wilayah Riau,” tambahnya.
Selain itu, upaya penanggulangan Karhutla juga diperkuat melalui operasi hujan buatan yang dilakukan bersama BMKG dan BNPB. Peningkatan curah hujan di beberapa daerah terdampak dinilai efektif membantu proses pendinginan lahan pasca pemadaman, sehingga mencegah munculnya kembali titik api di bawah permukaan gambut.
SF Hariyanto berharap sinergi lintas instansi ini dapat terus terjaga hingga masa siaga darurat berakhir. Ia menegaskan, kolaborasi antara pemerintah, aparat keamanan, dan masyarakat menjadi kunci utama dalam mewujudkan Riau bebas asap pada tahun 2026, di tengah tantangan perubahan iklim yang semakin kompleks. (*)

