Antisipasi Karhutla, Bupati Rohil Perpanjang Status Siaga Darurat hingga November 2026

Antisipasi Karhutla, Bupati Rohil Perpanjang Status Siaga Darurat hingga November 2026

Beritariau.com, Rohil - Pemerintah Kabupaten Rokan Hilir resmi memperpanjang status siaga darurat bencana kebakaran hutan dan lahan (karhutla) hingga 18 November 2026. Kebijakan ini ditetapkan melalui keputusan Bupati Bistamam sebagai langkah antisipasi meningkatnya ancaman kebakaran di wilayah tersebut.

Perpanjangan status siaga berlaku selama 246 hari, terhitung sejak 18 Maret 2026, dan bersifat dinamis sesuai perkembangan kondisi di lapangan.

Bupati Bistamam menjelaskan, keputusan ini didasarkan pada sejumlah faktor krusial, di antaranya meningkatnya jumlah titik panas (hotspot), kondisi lahan gambut yang rentan terbakar, serta upaya menyelaraskan kebijakan dengan status siaga darurat tingkat provinsi.

Data dari BPBD menunjukkan, sejak awal tahun 2026 telah terdeteksi ribuan hotspot di wilayah Riau, dengan ratusan hektare lahan terdampak kebakaran. Kondisi ini diperparah oleh karakteristik lahan gambut di Rokan Hilir yang mudah terbakar dan sulit dipadamkan jika api sudah menjalar ke bawah permukaan.

Kepala Pelaksana BPBD Rohil, Safnurizal, menyebutkan bahwa strategi penanganan kini difokuskan pada pencegahan dini. Tim Reaksi Cepat (TRC) telah disiagakan di sejumlah titik rawan, terutama di wilayah yang memiliki riwayat kebakaran.

Selain itu, BPBD juga memperkuat koordinasi lintas sektor, termasuk dengan TNI dan kepolisian, serta membuka peluang dukungan udara melalui helikopter water bombing dan operasi modifikasi cuaca (OMC) untuk mengantisipasi kekeringan ekstrem.

Pemerintah daerah turut mengingatkan masyarakat dan pelaku usaha agar tidak membuka lahan dengan cara membakar. Mengingat kondisi gambut yang kering, potensi kebakaran dapat dengan mudah meluas dan berdampak besar terhadap lingkungan serta kesehatan masyarakat.

Dengan perpanjangan status siaga ini, diharapkan upaya pencegahan dan penanganan karhutla di Rokan Hilir dapat berjalan lebih optimal dan terkoordinasi. (*)