UIN Suska Riau Jajaki Kerja Sama Pendidikan dan Pengembangan Sistem Halal dengan Mitra di Kamboja
Beritariau.com, Pekanbaru – Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau terus memperluas jaringan kerja sama internasional dengan menjajaki kolaborasi di bidang pendidikan dan pengembangan sistem halal bersama sejumlah mitra di Kamboja. Inisiatif ini diharapkan dapat memperkuat peran perguruan tinggi dalam pengembangan pendidikan, pemberdayaan masyarakat, serta ekosistem halal di kawasan Asia Tenggara.
Salah satu agenda utama yang dibahas adalah rencana program pertukaran peserta pendidikan dari Kamboja ke Indonesia. Sebagai tahap awal, peserta direncanakan mengikuti pembelajaran bahasa Indonesia selama satu hingga dua bulan guna membekali mereka dengan kemampuan komunikasi dasar sebelum menjalani proses pendidikan di Indonesia.
Rektor Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau, Leny Nofianti, menjelaskan bahwa selain program pendidikan, kerja sama ini juga membuka peluang integrasi kurikulum halal dalam sistem pendidikan mitra di Kamboja. Namun, implementasinya akan dilakukan secara bertahap dan adaptif mengingat kondisi umat Muslim di negara tersebut yang merupakan kelompok minoritas.
“Pendekatan pengenalan konsep halal akan dilakukan secara kontekstual, misalnya melalui bidang kesehatan atau program pengembangan lain yang lebih mudah diterima oleh masyarakat luas,” jelasnya.
Dalam aspek kelembagaan, kerja sama ini direncanakan diperkuat melalui penandatanganan nota kesepahaman (MoU) antara UIN Suska Riau dengan sejumlah mitra di Kamboja, di antaranya Nuriman, CIC, dan Cambodian Muslim Co-opet. Kolaborasi tersebut diharapkan dapat memperluas kerja sama di bidang pendidikan, pemberdayaan ekonomi umat, serta pengembangan jaringan akademik lintas negara.
Dari hasil pengamatan dan diskusi awal, kebutuhan terhadap produk serta sistem halal di Kamboja dinilai masih terbatas, terutama dalam hal ketersediaan makanan halal. Kondisi ini membuka peluang kerja sama lebih luas, tidak hanya dalam bidang pendidikan tetapi juga pengembangan ekosistem halal, termasuk sistem sertifikasi dan edukasi masyarakat.
Sebagai tindak lanjut, UIN Suska Riau juga merencanakan kolaborasi dengan lembaga yang memiliki otoritas sertifikasi halal serta memperkuat kerja sama dengan institusi pendidikan di Indonesia, termasuk Institut Pertanian Bogor, guna mendukung pengembangan sistem halal yang lebih komprehensif.
Selain itu, dibahas pula rencana pembentukan Lembaga Pelatihan Kerja (LPK) yang akan fokus pada pelatihan kompetensi di bidang halal, seperti auditor halal dan profesi terkait lainnya. LPK tersebut diharapkan dapat bekerja sama dengan lembaga sertifikasi serta mendukung proses pelatihan menuju sertifikasi resmi melalui Badan Nasional Sertifikasi Profesi.
Sebagai bagian dari upaya meningkatkan literasi halal di masyarakat, UIN Suska Riau juga merancang program sosialisasi halal yang melibatkan dosen dari lima fakultas sebagai tim relawan. Tim ini nantinya akan dibentuk melalui surat keputusan resmi dan bertugas memberikan edukasi halal secara terstruktur kepada masyarakat.
Program sosialisasi tersebut direncanakan dimulai dari wilayah tertentu yang akan dikembangkan sebagai desa binaan halal. Melalui program ini diharapkan pemahaman masyarakat mengenai produk halal semakin meningkat sekaligus membuka peluang pengembangan usaha, pendampingan pelaku UMKM, serta promosi produk halal di masa mendatang.
Rektor Leny Nofianti menegaskan bahwa langkah ini merupakan bagian dari komitmen UIN Suska Riau untuk terus berkontribusi dalam pengembangan pendidikan internasional sekaligus memperkuat peran perguruan tinggi dalam membangun ekosistem halal yang inklusif dan berkelanjutan di tingkat regional. (*)

