Jelang Mudik 2026, Dishub Riau Petakan Puluhan Titik Rawan Kecelakaan di Jalan Nasional

Foto ilustrasi (HO: Akal Imitasi)
Beritariau.com, Pekanbaru – Menjelang arus mudik Lebaran 2026, Dinas Perhubungan Provinsi Riau memetakan sejumlah titik rawan kecelakaan di ruas jalan nasional yang tersebar di berbagai wilayah di Riau. Pemetaan ini dilakukan untuk meningkatkan kewaspadaan pengendara sekaligus menekan angka kecelakaan lalu lintas selama periode mudik.
Kepala Bidang Angkutan Jalan Dishub Riau, Onki Hertawan, mengatakan titik rawan tersebut berada di beberapa jalur utama, yakni Lintas Barat, Lintas Selatan, Lintas Timur, dan Lintas Utara.
Di jalur Lintas Barat yang menghubungkan Riau dengan Sumatera Barat, terdapat enam titik rawan kecelakaan. Salah satunya berada di KM 22 ruas jalan Pekanbaru – Bangkinang. Pada jalur ini, kendaraan sering melaju dengan kecepatan tinggi sehingga berpotensi menimbulkan kecelakaan, terutama akibat kendaraan dari arah berlawanan.
Selain itu, titik rawan juga ditemukan di KM 27 Kecamatan Tambang, KM 53, KM 62, dan KM 93. Kondisi jalan berupa tikungan dan tanjakan menjadi faktor yang meningkatkan risiko kecelakaan di lokasi tersebut.
Pada ruas Bangkinang menuju perbatasan Sumatera Barat, tepatnya di KM 79 dan KM 81, kondisi tanah yang labil kerap memicu potensi bahaya saat hujan deras. Sementara di KM 89 Desa Pulau Godang, kawasan tersebut juga rawan terjadi longsor.
Sementara itu, pada jalur Lintas Selatan di wilayah Kabupaten Kuantan Singingi, Dishub mencatat lima titik rawan kecelakaan, di antaranya berada di KM 13, KM 33, dan KM 75. Kerawanan di jalur ini umumnya disebabkan oleh tikungan tajam, jarak pandang terbatas, serta kondisi marka jalan yang kurang terlihat jelas.
Beberapa kawasan lain yang juga menjadi perhatian yakni Lipat Kain, Kampung Pinang, Lipat Kain Selatan, dan Sungai Pagar.
Di jalur Lintas Timur, terdapat sembilan titik rawan kecelakaan. Beberapa lokasi yang perlu diwaspadai antara lain KM 59,3, Tugu Patin Pematang Reba, Simpang Beringin, Sorek I perbatasan Kabupaten Indragiri Hulu, serta Simpang Pangkalan Kasai. Tingginya aktivitas masyarakat, tikungan yang kurang terlihat, serta kondisi jalan menanjak menjadi faktor pemicu kerawanan di jalur tersebut.
Sedangkan di jalur Lintas Utara yang mengarah ke Sumatera Utara, Dishub Riau juga mengidentifikasi sembilan titik rawan kecelakaan yang tersebar di sejumlah ruas jalan nasional.
Onki menjelaskan, kecelakaan lalu lintas umumnya dipengaruhi oleh tiga faktor utama, yakni kondisi kendaraan, kondisi jalan dan cuaca, serta faktor manusia.
Menurutnya, faktor manusia seperti kelelahan dan kelalaian masih menjadi penyebab utama kecelakaan. Selain itu, kondisi jalan yang tidak dilengkapi bahu jalan juga dapat meningkatkan risiko kecelakaan.
Dishub Riau mengimbau para pengendara agar selalu meningkatkan kewaspadaan saat melintasi jalur-jalur tersebut. Pengemudi juga diminta memastikan kendaraan dalam kondisi layak jalan sebelum melakukan perjalanan.
Selain mematuhi rambu lalu lintas dan tidak membawa muatan berlebih, pengendara yang merasa lelah juga disarankan untuk beristirahat di rest area yang tersedia, termasuk memanfaatkan rumah ibadah seperti masjid sebagai tempat singgah sebelum melanjutkan perjalanan. (*)

