Atasi Karhutla di Riau, Pemerintah Pusat Serahkan Bantuan Peralatan Rp1 MiliarÂ

Beritariau.com, Pekanbaru - Pemerintah pusat memperkuat upaya pencegahan dan penanggulangan Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di Provinsi Riau dengan menyalurkan bantuan peralatan senilai Rp1 miliar. Bantuan tersebut ditujukan untuk meningkatkan kesiapsiagaan petugas dalam menghadapi potensi kebakaran, khususnya menjelang musim kemarau.
Bantuan itu diserahkan langsung oleh Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan, Djamari Chaniago, dalam rangkaian Apel Kesiapsiagaan Penanggulangan Karhutla yang digelar di Lanud Roesmin Nurjadin, Pekanbaru, Kamis (5/3/2026).
Peralatan yang disalurkan meliputi truk serbaguna, motor trail, serta ratusan alat komunikasi handy talky (HT) untuk mendukung mobilitas dan koordinasi petugas di lapangan.
Penyerahan bantuan tersebut diterima oleh Kepala BPBD Riau, Edy Afrizal, serta disaksikan oleh Penjabat Gubernur Riau SF Hariyanto, Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni, dan Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Suharyanto.
Djamari menyampaikan bahwa bantuan tersebut merupakan bentuk komitmen pemerintah pusat dalam memperkuat kesiapsiagaan daerah rawan karhutla, khususnya di Riau yang memiliki kawasan gambut cukup luas.
Menurutnya, penguatan sarana dan prasarana menjadi bagian penting dalam strategi mitigasi dan pencegahan dini kebakaran hutan dan lahan. Dengan dukungan kendaraan operasional dan perangkat komunikasi yang memadai, koordinasi antarpetugas di lapangan diharapkan dapat berjalan lebih cepat dan efektif.
Selain untuk Riau, pemerintah pusat juga menyalurkan bantuan serupa kepada Pemerintah Provinsi Jambi melalui perwakilan BPBD setempat.
Kepala BPBD Riau, Edy Afrizal, menyampaikan apresiasi atas dukungan tersebut. Ia menilai tambahan armada operasional dan perangkat komunikasi akan sangat membantu mobilisasi personel menuju lokasi rawan kebakaran, terutama di wilayah yang sulit dijangkau.
Dalam kesempatan yang sama, Menko Polkam juga memimpin Apel Kesiapsiagaan Penanggulangan Karhutla yang diikuti personel gabungan dari berbagai instansi, mulai dari Tentara Nasional Indonesia, Kepolisian Negara Republik Indonesia, BPBD, Basarnas, Manggala Agni, Satpol PP, hingga unsur perusahaan.
Ia menegaskan bahwa pemerintah memberikan perhatian besar terhadap penanganan karhutla, sehingga kesiapsiagaan dan langkah mitigasi harus dilakukan sejak dini. Beberapa upaya yang disiapkan antara lain optimalisasi Operasi Modifikasi Cuaca serta pengisian kanal di lahan gambut untuk menjaga kelembapan tanah agar tidak mudah terbakar.
Djamari juga meminta kepala daerah serta perusahaan pemegang konsesi untuk meningkatkan kewaspadaan dan memastikan sarana pencegahan karhutla tersedia dengan baik. Selain itu, masyarakat juga diimbau untuk berperan aktif melaporkan titik api sejak dini agar penanganan dapat dilakukan dengan cepat.
Ia pun mengapresiasi kerja sama seluruh pihak yang selama ini terlibat dalam upaya pencegahan dan penanggulangan karhutla di Riau. Menurutnya, sinergi antara pemerintah, aparat, dunia usaha, dan masyarakat menjadi kunci utama dalam menjaga wilayah dari ancaman kebakaran hutan dan lahan. (*)

