Cegah Kabut Asap, Lima Daerah di Riau Tetapkan Status Siaga Karhutla

Cegah Kabut Asap, Lima Daerah di Riau Tetapkan Status Siaga Karhutla

Beritariau.com, Pekanbaru – Lima kabupaten di Riau resmi menetapkan status siaga darurat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) menyusul meningkatnya jumlah titik panas (hotspot) di sejumlah wilayah.

Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik pada Badan Penanggulangan Bencana Daerah dan Pemadam Kebakaran Riau, Jim Gafur, mengatakan lima daerah tersebut yakni Kabupaten Pelalawan, Kabupaten Indragiri Hilir, Kabupaten Bengkalis, Kabupaten Siak, dan Kabupaten Kampar.

“Sudah lima daerah di Riau yang menetapkan status siaga darurat karhutla,” ujarnya, Rabu (4/3).

Penetapan status tersebut dilakukan sebagai langkah antisipasi untuk mencegah meluasnya kebakaran hutan dan lahan yang berpotensi memicu kabut asap di wilayah Riau.

Pemerintah daerah diminta memperkuat langkah pencegahan dan mitigasi, antara lain dengan menggelar apel siaga karhutla yang melibatkan seluruh pemangku kepentingan, meningkatkan deteksi dini, patroli lapangan, serta melakukan pengecekan langsung terhadap titik panas yang terdeteksi.

Selain itu, pemerintah daerah juga diminta mempercepat penanganan apabila ditemukan titik api agar tidak meluas, sekaligus mengintensifkan sosialisasi kepada masyarakat agar tidak membuka lahan dengan cara membakar.

Upaya lain yang perlu dilakukan adalah menyiagakan seluruh sumber daya, mulai dari personel hingga peralatan pemadaman, serta memastikan ketersediaan anggaran operasional untuk kegiatan pencegahan dan penanggulangan karhutla.

Koordinasi lintas sektor juga terus diperkuat dengan melibatkan berbagai pihak seperti TNI, Polri, Manggala Agni, pemerintah daerah, dunia usaha, akademisi, hingga relawan.

Sementara itu, hingga awal tahun ini tercatat sudah ada 11 kabupaten/kota di Riau yang mengalami kebakaran hutan dan lahan dengan total luas mencapai 1.041,74 hektare.

Daerah yang telah terdeteksi mengalami karhutla yakni Kabupaten Bengkalis, Kepulauan Meranti, Kabupaten Siak, Kabupaten Kampar, Kabupaten Pelalawan, Kabupaten Indragiri Hulu, Kabupaten Indragiri Hilir, Kabupaten Kuantan Singingi, Kabupaten Rokan Hilir, Kota Dumai, serta Kota Pekanbaru.

Dari data tersebut, Kabupaten Pelalawan menjadi wilayah dengan luas karhutla terbesar yakni sekitar 612,30 hektare, disusul Kabupaten Bengkalis 201,01 hektare dan Kabupaten Indragiri Hilir 64,70 hektare.

Pemerintah daerah berharap langkah antisipasi yang dilakukan sejak dini dapat menekan potensi kebakaran yang lebih luas serta mencegah munculnya bencana kabut asap seperti yang pernah terjadi pada tahun-tahun sebelumnya. (*)