Riau Masih Bebas Virus Nipah, Dinas PKH Perkuat Kewaspadaan Dini

Kepala Dinas PKH Riau, Mimi Yuliani Nazir
Beritariau.com, Pekanbaru – Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi Riau memastikan hingga awal Maret 2026 belum ditemukan kasus Virus Nipah di wilayah Riau. Penegasan ini disampaikan dalam forum audiensi lintas sektor yang digelar sebagai langkah antisipatif menghadapi potensi ancaman penyakit zoonosis tersebut.
Kepala Dinas PKH Riau, Mimi Yuliani Nazir, menegaskan bahwa penguatan koordinasi dilakukan sebagai bentuk kesiapsiagaan, bukan karena adanya temuan kasus di lapangan.
“Sejauh ini belum ada kasus Virus Nipah di Riau. Upaya yang kami lakukan adalah pencegahan dini agar daerah ini tetap aman,” ujarnya.
Forum tersebut melibatkan berbagai pihak, mulai dari instansi kesehatan, perkebunan, lingkungan hidup, karantina, hingga akademisi dari Universitas Riau serta unsur masyarakat. Sinergi ini dinilai penting mengingat Virus Nipah memiliki tingkat fatalitas tinggi pada manusia.
Virus Nipah pertama kali teridentifikasi di Malaysia pada 1998 dan ditularkan secara alami oleh kelelawar buah, dengan babi sebagai hewan perantara yang dapat meningkatkan risiko penularan ke manusia. Secara global, tingkat kematian akibat infeksi ini berkisar 40–75 persen dan hingga kini belum tersedia terapi khusus.
Dinas PKH Riau juga telah menindaklanjuti surat edaran dari Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan dengan memperkuat koordinasi, pemantauan lapangan, serta imbauan kepada masyarakat untuk segera melapor jika ditemukan gejala mencurigakan pada hewan ternak.
Gejala pada hewan meliputi demam, gangguan pernapasan, gangguan saraf, hingga kematian mendadak, khususnya pada babi muda. Sementara pada manusia, infeksi dapat diawali demam dan nyeri otot, serta berpotensi berkembang menjadi radang otak pada kasus berat.
Dengan langkah pencegahan yang diperkuat, pemerintah daerah berharap Riau tetap bebas dari Virus Nipah dan masyarakat semakin waspada terhadap potensi penyakit zoonotik. (*)

