Karhutla Kembali Meluas, Tim Gabungan Padamkan 10 Hektare Lahan Gambut di Rupat

Beritariau.com, Pekanbaru – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) kembali terjadi di Kecamatan Rupat, Kabupaten Bengkalis, Provinsi Riau. Peristiwa yang berlangsung di Desa Sukarjo Mesim, tepatnya di Jalan Parit Jawa, Dusun Sungai Mesim 2, Rabu (11/2/2026), menghanguskan sekitar 10 hektare lahan gambut.
Api yang cepat merambat di atas lahan kering memicu respons cepat dari tim gabungan. Personel Polsek Rupat, Koramil 04 Rupat, BPBD, Regu Pemadam Kebakaran (RPK) PT SRL, hingga Masyarakat Peduli Api (MPA) diterjunkan untuk melakukan pemadaman dan pendinginan.
Kapolres Bengkalis AKBP Fahrian Saleh Siregar mengatakan, kondisi tanah gambut menjadi tantangan utama dalam proses pemadaman. Selain mudah terbakar, gambut menyimpan bara di bawah permukaan sehingga api berpotensi muncul kembali.
“Karakteristik gambut yang menyimpan panas di dalam tanah, ditambah cuaca panas dan angin kencang yang berubah arah, membuat upaya pemadaman cukup berat,” ujarnya, Senin (16/2/2026).
Berdasarkan pemantauan Dashboard Lancang Kuning (DLK), terdeteksi 43 titik panas dengan tingkat kepercayaan menengah hingga tinggi di kawasan tersebut. Data satelit menunjukkan seluruh hotspot terkonsentrasi dalam satu hamparan, sehingga penanganan dilakukan secara terintegrasi.
Sebagian area telah berhasil dipadamkan. Namun, tim di lapangan masih menemukan kemunculan api baru di sejumlah titik yang sebelumnya terbakar.
Kendala utama yang dihadapi adalah minimnya sumber air di sekitar lokasi. Tidak adanya kanal atau embung permanen membuat petugas harus mengalirkan air dari kanal milik perusahaan yang jaraknya cukup jauh, menggunakan puluhan rol selang untuk menjangkau pusat api.
Sebagai langkah antisipatif, satu unit alat berat dikerahkan untuk membuat sekat bakar dan embung darurat guna mencegah api meluas sekaligus menyediakan cadangan air. Mesin mini strike milik BPBD dan pihak swasta juga terus dioperasikan untuk menjaga suplai air tetap stabil.
Saat ini, pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan untuk mengetahui penyebab kebakaran serta mengidentifikasi pemilik lahan. Aparat kembali mengimbau masyarakat agar tidak membuka lahan dengan cara membakar, guna mencegah bencana kabut asap yang dapat berdampak luas terhadap kesehatan dan lingkungan. (*)

