Sambut Tahun 2026, Ketua LAM Riau Ajak Masyarakat Perkuat Muhasabah dan Solidaritas Sosial

Ketua Umum Dewan Pimpinan Harian Lembaga Adat Melayu (LAM) Riau, Datuk Seri H. Taufik Ikram Jamil
Beritariau.com, Pekanbaru – Ketua Umum Dewan Pimpinan Harian Lembaga Adat Melayu (LAM) Riau, Datuk Seri H. Taufik Ikram Jamil, mengajak masyarakat menjadikan momentum pergantian tahun 2025 menuju 2026 sebagai waktu untuk melakukan muhasabah diri dan memperkuat kesadaran sosial. Ajakan tersebut disampaikannya saat dikonfirmasi oleh Tim Media Center Riau di Pekanbaru, Rabu malam.
Menurut Datuk Seri Taufik Ikram Jamil, tahun baru merupakan momen sosial yang seharusnya mendorong masyarakat untuk berpikir lebih dalam tentang hubungan antar sesama. Pergantian tahun bukan sekadar perayaan, tetapi kesempatan untuk melakukan introspeksi terhadap apa yang telah dilalui dan diperbuat sepanjang tahun sebelumnya.
Ia menilai, refleksi diri menjadi penting agar masyarakat mampu menyadari posisi diri dalam kehidupan sosial, memahami peran terhadap orang lain, serta menjadikan pengalaman masa lalu sebagai pelajaran untuk melangkah ke masa depan dengan lebih baik.
Dalam kesempatan tersebut, Ketua LAM Riau juga mengimbau masyarakat agar merayakan malam tahun baru secara sederhana dan tidak berlebihan. Imbauan ini disampaikan sebagai bentuk empati terhadap saudara-saudara di sejumlah wilayah Sumatra yang tengah dilanda bencana.
Menurutnya, kondisi tersebut seharusnya menggugah kesadaran kolektif bahwa musibah bisa terjadi kapan saja dan di mana saja. Oleh karena itu, selain berdoa untuk para korban agar diberikan kemudahan dan kekuatan, masyarakat juga diingatkan untuk selalu memohon perlindungan bagi diri sendiri dan lingkungan sekitar.
Datuk Seri Taufik Ikram Jamil mengajak masyarakat Riau, khususnya warga Kota Pekanbaru, untuk menjadikan pergantian tahun sebagai momentum refleksi dan wujud nyata solidaritas sosial. Ia menyarankan agar dana yang biasanya digunakan untuk perayaan dialihkan untuk membantu para korban bencana, sehingga memberikan manfaat yang lebih besar bagi sesama.
Ia menambahkan, momen tahun baru sejatinya dapat dimaknai sebagai waktu jeda, layaknya menarik napas sejenak, untuk menyadari apa yang telah dilakukan dan menjadikannya pedoman dalam menjalani aktivitas di tahun yang akan datang.
Menurutnya, rasa gembira di pergantian tahun tidak harus diwujudkan dalam bentuk perayaan meriah, melainkan melalui rasa syukur karena telah melewati satu tahun kehidupan dan masih diberikan kesempatan untuk berbuat lebih baik di masa depan.
Datuk Seri Taufik Ikram Jamil berharap masyarakat Riau semakin dewasa dalam menyikapi pergantian tahun. Ia menilai, muhasabah diri dan introspeksi merupakan perayaan paling bermakna, sejalan dengan nilai-nilai adat dan budaya Melayu yang menjunjung tinggi kesederhanaan, empati, dan kebersamaan. (*)

