Bumil Tewas Bersama Janinnya, RS Efrina Pelalawan Kini Dilaporkan ke Polisi

Bumil Tewas Bersama Janinnya, RS Efrina Pelalawan Kini Dilaporkan ke Polisi

Ilustrasi malpraktek

Beritariau.com, Pangkalan Kerinci - Kasus dugaan mal praktik tengah melilit Rumah Sakit (RS) Efrina, Pangkalan Kerinci, Kabupaten Pelalawan. RS negri ini dilaporkan ke polisi lantaran operasi yang dilaksanakan diduga menyebabkan seorang ibu bernama Aniyus Harefa dan anak dalam kandungannya meninggal dunia.

"Kasus ini masih dalam penyidikan di kepolisian. Laporan dan saksi-saksi sudah dimintai keterangannya," ujar Kabid Humas Polda Riau, AKBP Guntur Aryo Tejo SIK, Rabu (18/5/2016).‎

Kejadian bermula saat pelapor bernama Anton Buulolo (36) warga Jalan Harapan Raya, Bukit Indah, Kelurahan Sail Kecamatan Tenayan Raya Kota Pekanbaru, mendapat telepon dari salah seorang bernama Faris Cai. Dia menyebutkan bahwa Aniyus (korban) sedang berada di RS Efarina dan menjalani perawatan serius.

"Mendengar berita itu, pelapor bersama kakaknya Yatiria Buulolo (52) yang juga ibu korban langsung pergi ke kerinci pada saat itu," ucap Guntur.

Namun, sesampainya di RS Efarina Pelalawan, pelapor melihat korban dan anak dalam kandungannya sudah dalam keadaan meninggal dunia pasca melakukan operasi di rumah sakit tersebut.

"Keluarga korban tidak terima. Perihal ini sebelumnya sudah dilakukan konfirmasi oleh keluarga korban melalui pihak rumah sakit. Namun jawaban dari rumah sakit menjanggal, korban tidak terima dan lapor ke polisi," kata Guntur.

Kasus dugaan Mal Praktik tersebut, terjadi 7 September 2015 silam. Karena kasus tersebut tidak mendapat respon dari pihak berwajib, keluarga korban tidak terima dan melaporkan kembali pada hari Senin, 16 Mei 2016. Kasus ini sedang dalam penyidikan ulang oleh pihak kepolisian. [pan]