BPJS Ketenagakerjaan Cabang Duri Sosialisasi Program BPU untuk Nelayan dan Petani di Desa Deluk
Beritariau.com, Bengkalis — BPJS Ketenagakerjaan Cabang Duri terus memperluas jangkauan perlindungan sosial bagi pekerja informal. Terbaru, pihak cabang melakukan sosialisasi dan pendaftaran program Bukan Penerima Upah (BPU) di Desa Deluk, Kecamatan Bantan Kabupaten Bengkalis, khusus menyasar petani dan nelayan lokal. Pendaftaran akan dikelola melalui agen Perisai BPJS Ketenagakerjaan, bekerja sama dengan bagian Pelayanan di desa deluk.
Menurut Alwani Fitra Jaya, Kepala BPJS Ketenagakerjaan Cabang Duri, program ini adalah langkah strategis untuk menghadirkan jaminan sosial bagi kelompok rentan sekaligus memperkuat peran agen Perisai di tingkat desa.
“Kami ingin memastikan teman-teman petani dan nelayan di Desa Deluk bisa terlindungi dengan program jaminan sosial ketenagakerjaan. Agen Perisai yang ada di Desa Deluk sangat berperan sebagai penghubung,” ujarnya, Jumat (14/11/2025).
Program BPU memang diperuntukkan bagi pekerja informal seperti petani, nelayan, tukang ojek, dan pekerja mandiri lainnya. Melalui BPU, mereka bisa mendapatkan manfaat jaminan kecelakaan kerja dan kematian, dengan iuran yang relatif terjangkau.
Berdasarkan kebijakan BPJS Ketenagakerjaan, pendaftaran pekerja informal melalui agen Perisai menjadi salah satu kanal resmi. Agen akan membantu proses verifikasi dokumen, pendaftaran ke kantor cabang, hingga pembayaran iuran.
Alwani juga menekankan pentingnya edukasi bagi pekerja informal agar memahami manfaat program ini. Ia menyebut bahwa masih banyak nelayan dan petani yang belum mendaftar karena kurangnya informasi.
Hal ini sejalan dengan misi nasional BPJS Ketenagakerjaan untuk menjangkau pekerja informal, sebagaimana juga disampaikan dalam kampanye perlindungan jaminan sosial terhadap kelompok pekerja rentan.
Salah satu keuntungan program BPU adalah fleksibilitas iuran. Program ini memungkinkan pekerja informal untuk menyetor iuran melalui agen Perisai, bahkan jika mereka tidak memiliki akses ke kanal perbankan.
“Agen Perisai lokal sangat membantu karena mereka paham kondisi masyarakat setempat. Mereka bisa mendampingi peserta dari awal hingga proses pembayaran,” kata Alwani Fitra Jaya.
Dengan target nasional BPJS Ketenagakerjaan untuk memperluas cakupan peserta BPU, program sosialisasi semacam ini menjadi bagian penting dari strategi akselerasi. Menurut data BPJS, pekerja informal seperti petani dan nelayan adalah segmen prioritas karena potensi jaminan sosial mereka selama ini rendah.
Melalui gerakan ini, BPJS berharap lebih banyak petani dan nelayan di Kabupaten Bengkalis bisa menikmati perlindungan sosial yang selama ini hanya dinikmati oleh pekerja formal. “Kami berharap bukan sekadar pendaftaran, tetapi juga keaktifan sebagai peserta BPU agar perlindungan nyata bisa dirasakan,” ujar Alwani.
Dengan dukungan agen Perisai lokal dan pendekatan langsung ke komunitas, BPJS Ketenagakerjaan Cabang Duri menegaskan bahwa program jaminan sosial tidak hanya untuk pekerja kantoran, tetapi juga bagi para petani dan nelayan yang selama ini belum mendapat perlindungan dari pemerintah saat melakukan pekerjaannya. (*)

