Bejat! Pria di Merbau Menggauli Keponakananya Sampai Melahirkan Anak

Bejat! Pria di Merbau Menggauli Keponakananya Sampai Melahirkan Anak

ilustrasi pemerkosaan

Beritariau.com, Pekanbaru - Sungguh bejat perbuatan Zaini, warga Kecamatan Merbau, Kabupaten Kepulauan Meranti Riau ini. Ia tega menggauli keponakan kandungnya (Ms) sampai korban melahirkan anaknya. Akibat perbuatan ini, Zaini pun kini jadi buronan polisi.

"Korbannya sudah membuat laporan resmi ke Polres Kepulauan Meranti, dan kasusnya langsung kita selidiki," ujar Kabid Humas Polda Riau AKBP Guntur Aryo Tejo, Kamis (28/4) di ruang kerjanya.

Dalam laporannya, korban mengaku kepada polisi telah diperkosa pamannya sejak tahun lalu. Ia memendam perbuatan bejat sang paman karena takut dan diancam akan dibunuh jika melaporkan kejadian yang dialaminya. 

Setelah melahirkan anak sang paman, korban tak tahan lagi dan akhirnya memberanikan diri untuk melapor ke polisi. Menindaklanjuti laporan tersebut, polisi kini sedang mengejar pelaku. 

"Polisi masih melacak keberadaannya. Kita sudah mengantongi ciri-ciri pelaku, diharapkan agar menyerahkan diri," kata Guntur.

Guntur juga menjelaskan, kejadian pahit yang dialami Ms terungkap saat orang tuanya mengetahui bahwa korban sudah berbadan dua setelah dilakukan tes pack, di mana hasilnya positif.

"Orangtua korban kemudian memintanya menceritakan siapa yang telah menghamili. Akhirnya korban menyebut sang paman telah memaksanya melakukan hubungan badan sebanyak 6 kali," kata Guntur.

Pertama kali, kesucian korban direnggut sang paman pada Januari 2015. Peristiwa itu terjadi di rumah pelaku ketika korban sedang tidur. Korban tak menyangka pelaku berbuat seperti itu karena pamannya sendiri.

"Setelah kejadian pertama, pelaku tidak berubah dan melakukan pemaksaan hubungan badan sebanyak 5 kali dari Februari hingga Juni 2015," ucap Guntur.

Korban terakhir diperkosa pelaku di sebuah pondok di kebunnya sewaktu diminta memetik jengkol dan memanen hasil sayur. Seiring berjalannya waktu, korbanpun hamil dan melahirkan anak.

"Nanti akan kita klarifikasi antara laporan korban dengan keterangan pelaku jika sudah ditangkap," pungkas Guntur.[pan]