Ada Keributan antar Karyawan di PT PBI, Begini Kronologinya

Beritariau.com, Pekanbaru - Keributan antar karyawan terjadi di PT. Pangkalan Baru Indah (PBI) Senin (15/4/2024) Sore. Keributan itu diduga berawal dari manegement Perusahaan tersebut.
Kepada media karyawan bernama Darwin menceritakan keluh kesahnya.
Menurutnya, sekitar jam 15:00 WIB operator karnel atas bernama Bambang mendatangi ruangan listrik untuk menyalakan motoran Light Tenera Dry Ceparator (LTDS) nomor 2 trip. Selanjutnya Darwin datang ke lokasi panel karnel untuk mengontrol. Dirinya mendapati melihat Miniature Circuit Breaker (MCB) sudah membalik dan Conector sudah lengket.
Sebagai profesi teknisi, dirinya pun mengganti conector yang lengket dan mencoba motoran tersebut dengan kosong, namun tidak menemukan masalah apapun.
"Saya mencoba mematikan lagi hinga kurang lebih empat kali. Saya mencoba memasukan arus listrik ke motoran (pakai beban) tidak ada masalah," katanya.
Dirinya kembali mematikan dan mencoba menghidupkan kembali. MCB yang diperbaikinya tersebut membalik dan conector tiba² lengket. Melihat kejadian itu, dirinya mengambil pius, temer dan mematikan MCB agar tidak terjadi korsleting.
"Saya meninggalkan lokasi sebentar, tidak lama setelah kembali saya mengecek motoran tersebut sudah berasap," jelasnya.
Dirinya pun membongkar motoran tersebut menggunakan alat yang dibawanya. Keesokan harinya sekitar pukul 06:30 WIB, motoran tersebut dilangsirnya ke depan workshop untuk diangkat.
Dirinya berinisiatif mencari katrol untuk menaikan motoran tersebut ke atas. Saat berupaya membenarkan alat yang rusak itu, mandor bernama J. Sitompul menhampiri teknisi itu.
Tak berapa lama si mandor mengecek dan menanya motoran yang terbakar tersebut. Salah satu karyawan mengaku tidak tau dan menyuruhnya untuk menanya ke si teknisi. Lantas mandor tersebut bertanya kepada si teknisi si Darwin. Dirinya mengatakan bahwa dua conector korslet hingga mengakibatkan asap.
Dari keterangan itu hingga muncul perdebatan hingga menimbulkan keributan antara teknisi dan mandor.
"Seharusnya si mandor jangan bertanya dulu tentang motoran yang terbakar tersebut, alangkah baiknya dikerjakan dulu motoran yang sedang diganti itu jangan yang lain diurusi dulu biar pabrik bisa lebih cepat mengolah," katanya.
Akibat buntut dari permasalahan itu esoknya mereka dipanggil oleh Kepala tata usaha (KTU) dan PJS personalia atas perintah direksi operasional serta manager. (*)

