HUT Emas ke 50 tahun
GMKI Pekanbaru minta Pemda irit bicara dan perbanyak tindakan soal karhutla.

Ilustrasi | Beritariau.com 2015
Beritariau.com, Pekanbaru - Sempena perayaan Hari Ulang Tahunnya (HUT) ke 50 tahun, Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia (GMKI) Cabang Pekanbaru tak lupa menyoroti permasalahan asap yang melanda sebagian Pulau Sumatera dan Kalimantan. GMKI mendesak pemerintah daerah (Pemda) dan aparat penegak hukum tak perlu banyak bicara dan langsung bertindak.
“GMKI sebagai Organisasi Pergerakan, kita tak tinggal diam dengan keadaan ini. Kami minta pemerintah tak perlu banyak bicara. Segara tindak tegas para perusahaan yang terlibat pembakaran lahan. Cabut izin perusahaan yang sengaja merusak hutan dan lingkungan,” tegas Ketua GMKI Cabang Pekanbaru, Hubert Marpaung, di perayaan HUT emas GMKI Cabang Pekanbaru, Sabtu (27/09/15).
Pasalnya, Hubert menilai, pemerintah sangat lemah dalam pencegahan serta tidak tegas menindak para pelaku pembakar lahan. Akibatnya, kejadian ini terus berulang setiap tahun.
“Sudah 18 tahun Riau mengalami musim asap di tiap tahunnya. Tahun ini, kurang lebih 2 bulan asap pekat menyelimuti kita. Biaya penanggulangan dan pemadaman api lahan yang terbakar tak sebanding dengan denda terhadap koorporasi pembakar lahan,” ujar Hubert.
Oleh sebab itu, diusianya yang sudah tua ini, Hubert mengajak seluruh stakeholder GMKI Pekanbaru harus bersatu bersama dalam persaudaraan dalam membangun kekuatan pondasi yang kokoh untuk memberikan solusi dari setiap permasalahan di negeri ini.
Perayaan HUT ini dihadiri ratusan kader yang terdiri dari senior members and friends dan anggota GMKI Cabang Pekanbaru dan Kelompok Cipayung yang bertempat di HKBP Rajawali, Panam.
Acara diawali dengan Ibadah Ucapan Syukur yang dibawakan oleh Pdt. Toho Sinaga dengan tema “Persaudaraan yang Menghidupkan”.
Sebelumnya, beberapa hari yang lalu GMKI Pekanbaru telah membagi sekitar 500 Masker Gratis kepada masyarakat sebagai bentuk kepedulian terhadap kesehatan masyarakat. [Pan]

