BNPB alokasikan 385 Milyar untuk penanggulangan asap

BNPB alokasikan 385 Milyar untuk penanggulangan asap

Ilustrasi | Beritariau.com 2015

Beritariau.com, Pekanbaru - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengalokasikan anggaran sebesar Rp385 Milyar untuk penanggulangan bencana Kabut asal Kebakaran Lahan dan Hutan (Karlahut). Meski begitu, kabut asap di Riau belum teratasi.

Kepala Pusat Data Informasi, dan Humas BNPB, Sutopo Purwo Nugroho, Minggu (30/08/15) mengatakan, sebagian besar dari alokasi anggaran itu habis untuk biaya operasional Pesawat, dan Helikopter untuk menyemai awan dengan garam, sebagai pembuat hujan buatan, dan untuk mengangkut air untuk water Bombing.

"BNPB menyiapkan anggaran sebesar Rp 385 Miliar sebagian besar untuk sewa dan operasional pesawat dan helikopter," ujar Sutopo.

Tim pemadaman udara terdiri dari tiga unit pesawat penyemai awan untuk operasi Teknologi Modifikasi Cuaca (TMC) hujan buatan. Ketiga pesawat ini dipersiapkan untuk operasional di Riau, Sumsel, dan Kalimantan Barat (Kalbar).

Selain itu juga dipersiapkan 13 helikopter pembom air. Seluruhnya tersebar di wilayah tempat titik api berada, termasuk Provinsi Riau tiga unit heli dalam keadaan siap untuk melakukan operasi Water Bombing.  

"Setiap hari ratusan ton air dijatuhkan dari helikopter dalam operasi pemadaman Karlahut," jelas Sutopo.

Sementara itu, pada hari Minggu, jarak Pandang di Kota Pekanbaru mencapai 1.500 Meter. Jarak pandang ini berada di atas rentang jarak pandang normal, seribu meter untuk penerbangan.

"BNPB mendukung upaya penanggulangan bencana asap, 'Filling the Gap' kebutuhan ekstrem yang diperlukan untuk pemadaman titik api," kata Sutopo.

Berdasarkan satelit Modis, (Tera dan Aqua), minggu kemarin titik panas terbanyak ada di Sumsel dengan 130 Hot Spot, disusul Jambi, 87 titik panas, Riau 47, Lampung 16, Bengkulu 7, Sumatera Utara 3 titik, dan Sumbar 1 titik panas. [Pan]