Modus beri tumpangan, perampok rampas harta suami isteri di Mobil

Ilustrasi | Beritariau.com 2015
Beritariau.com, Pekanbaru - Unit Reskrim Polsek Sukajadi menangkap tiga orang pelaku pemerasan dengan unsur pengancaman. Dua orang diantaranya terkapar dihadiahi timah panas karena melawan dan berusaha melarikan diri saat ditangkap.
Kabid Humas Polda Riau AKBP Guntur Aryo Tejo Sik, Kamis (06/08/15) mengatakan, ketiga pelaku bernama Aimetri (45), Ronal Harahap (35) dan Nursalam (29).
Mereka dibekuk di tiga lokasi terpisah, dua dari mereka ditangkap di kecamatan Siak Hulu kabupaten Kampar, serta satu pelaku diringkus saat berada di kecamatan Payung Sekaki, Pekanbaru.
"Mereka ini juga residivis. Dua pelaku terpaksa kita tembak dibagian kaki karena berusaha melarikan diri," ujar Guntur, di ruangannya.
Saat diinterogasi, ketiga pelaku mengaku selama beraksi mendapat uang puluhan juta rupiah. Terakhir, ketiganya merampas harta benda pasangan suami istri Aswan (69) dab Asma Marni (67), pada Rabu (05/08/15) siang.
"Ketiga pelaku beraksi di Jalan Tuanku Tambusai depan Pasar Cik Puan Pekanbaru. Modusnya menawarkan tumpangan kepada korban," kata Guntur.
Di dalam mobil, para pelaku berakting layaknya sedang dalam mobil tumpangan travel. Seorang pelaku berperan menjadi sopir mobil Toyota Avanza warna putih, dua orang lainnya berpura-pura sebagai penumpang mengawasi gerak gerik kedua korban.
"Tiba di jalan sepi, alarm mobil berbunyi, ketiga pelaku pun langsung memainkan peran masing-masing. Pelaku yang berperan sebagai sopir meminta agar korban melepas barang yang mengandung logam atau emas," kata Guntur.
Pelaku mengatakan kepada korban, bahwa mobil akan terbakar dan pintunya juga tidak bisa terbuka, karena diakali oleh para pelaku.
Lantaran panik, sang isteri pun melepaskan semua perhiasan berupa gelang dan cincin emas sekitar 50 gram senilai Rp28 juta lalu menyerahkan kepada suaminya yang duduk di bangku belakang agar disimpan.
"Namun, seorang pelaku yang duduk dibangku belakang merampas perhiasan emas dari tangan suaminya tersebut disertai ancaman dengan senjata tajam," terang Guntur.
Setelah mendapat hasil rampasannya, kedua korban dibentak lalu dipaksa turun di tepi jalan. Ketiga pelaku pun langsung pergi meninggalkan suami isteri tersebut. Meski korban sudah berteriak, namun tak seorang pun warga yang mendengar hingga pelaku berhasil melarikan diri.
Selanjutnya, kedua korban melaporkan kejadian yang dialaminya kepada polisi, berharap pelaku ditangkap dan harta mereka dapat kembali.
"Usai mendapat laporan, polisi langsung melakukan pengejaran. Beberapa jam kemudian, ketiga pelaku diringkus di tempat yang berbeda. 2 pelaku terpaksa ditembak karena berusaha melarikan diri," pungkas Guntur. [Pan]

