BMKG pantau 140 titik api di Riau, udara makin tak sehat

BMKG pantau 140 titik api di Riau, udara makin tak sehat

Ilustrasi | Beritariau.com 2015

Beritariau.com, Pekanbaru - Warga Riau semakin gelisah dengan kondisi udara yang diselimuti tebalnya asap. Sebab, hingga hari ini, titik api terus bertambah meski upaya pemadaman terus dilakukan.

Peluang hujan yang ringan dan tidak merata di wilayah Riau bagian utara dan timur pada sore dan malam hari menjadi salah satu penyebab bertambahnya titik api. Terhitung pada Kamis (30/07/15) pagi, ada 140 titik api terpantau di Riau.

"Info alat pemantau PM10, ISPU Stamet Pekanbaru, udara dalam kategori tidak sehat," ujar kepala Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika, Sugarin.

Untuk wilayah pulau Sumatera secara keseluruhan, Sugarin menyebutkan pihaknya memantau ada 326 titik panas di sejumlah propinsi. Jumlah tersebut dengan rincian Bengkulu terpantau 6 titik panas, Jambi ada 51 titik, Sumatera Barat ada 2 titik, Sumatera Selatan 42 titik, Lampung 8 titik, Sumatera Utara 3 titik, dan yang terbanyak di Riau yakni 186 titik.

"186 titik panas itu, terdapat di sejumlah kabupaten diantaranya Bengkalis terpantau 5 titik panas, Dumai 6 titik, Pelalawan 60 titik, Kampar 3 titik, Kuantan Singingi 2 titik, Siak 11 titik, Indragiri Hilir 45 titik, Indragiri Hulu 54 titik," jelas Sugarin.

Dari 186 titik panas tersebut, terpantau ada 140 titik api yang ditemukan dari beberapa lokasi kebakaran hutan dan lahan di sejumlah kabupaten.

"Terbanyak di Indragiri Hulu ada 47 titik api, kemudian diikuti Pelalawan ada 40 titik, Indragiri Hilir 33 titik, Siak ada 9 titik, Dumai ada 4 titik, Bengkalis 3 titik dan Kampar terdapat 2 titik, Kuansing juga 2 titik" terang Sugarin.

Sementara untuk jarak pandang kota Pekanbaru sudah terbatas, yaitu hanya 800 meter. Selanjutnya untuk kotamadya Dumai 5 Kilometer (Smoke), Pelalawan 3 km (Haze) dan Rengat 4 km (Haze). [Pan]