Asap Tebal, GMKI dan GAMKI Dumai Bagi-bagi Masker Gratis

Asap Tebal, GMKI dan GAMKI Dumai Bagi-bagi Masker Gratis

Ilustrasi | Beritariau.com 2015

Beritariau.com, Dumai - Kabut asap tebal belum juga mau sirna di Kota Dumai, Riau. Menyikapi kondisi ini, komunitas anak muda Kristen Dumai melakukan pembagian masker, Selasa (14/7/15) sebagai wujud pengabdian terhadap masyarakat Dumai.

"Kita hanya ingin menekan angka ISPA di Dumai. Terkhususnya untuk saudara-saudara kami yang sebentar lagi merayakan hari Idul Fitri," kata Ketua Gerakan Angkatan Muda Kristen Indonesia (GAMKI) Dumai, Nove Gultom kepada wartawan disela-sela aksi.

Menurut Nove, bencana asap yang sudah melanda dumai beberapa hari terakhir belum ditanggapi dengan serius berupa seruan bahaya dari pemerintah. Padahal diakuinya, beberapa kerabatnya sudah mulai terjangkit ISPA.

"Atas dasar itu lah, kami komunitas muda Kristen ada dari mahasiwa (GMKI) dan pemuda gereja (GAMKI) melakukan aksi ini. Syukurlah dengan dana swadaya, kami berhasil mengumpulkan masker dan Air mineral untuk berbuka puasa saudara-saudara kami," ujarnya.

Aksi menekan angka ISPA ini diakui Nove juga sebagai wujud terimaksih kepada umat muslim di kota Dumai yang selalu memberikan rasa aman dan nyaman kepada umat kristen setiap ibadah, khususnya pada hari natal.

"Kami hadiri di sini untuk saudara-saudara kami yang selalu menjaga kami ketika melakukan ibadah. Sekarang gantian, biar kami yang melakukan ini," ujarnya sambil tersenyum.

Aksi tersebut mendapat tanggapan positif dari masyaakat dan pengguna jalan. Baik yang mudik ataupun setempat, mereka berhenti mengambil masker dan air mineral untuk berbuka puasa.

Mimi (27) warga bukit timah, dumai barat mengatakan, aksi ini dapat mengingatkan masyarakat Dumai agar menjaga kesehatan menejelang hari raya.

"Bagus, sangat menyambut baik. Terlebih dengan kondisi cuaca begini," ujarnya.

Hal senada diungkapkan salah satu agen bus ke Medan, Agus (35). Ia merasa sedikit lega dengan adanya aksi bagi masker.

"Saya pikir ini dari Dishub atau puskesmas. Biasanya kan mereka yang melakukan ini. Tapi ternyata bukan ya," katanya.

Sementara itu, ketua Gerakan Mahasiwa Kristen Indonesia (GMKI) Dumai, David Manurung mengatakan, bahwa peristiwa karhutla yang baru terjadi ini sebenarnya bisa di tangkal dengan dini.

"Seandainya saja pemerintah melakukan evaluasi dan melakukan pembaharuan menejemen krisis, menurut kami tidak separah ini," katanya.

Berdasarkan temuan tim GMKI dan GAMKI Dumai, penanggulangan isiden karhutla masih terpaku pada pemadaman ketika api sudah membesar dan tidak semenjak tanah gambut sudah mulai bergejolak karena panasnya suhu permukaan tanah.

Seperti kebakaran yang terjadi di daerah Bukit Timah dekat terminal AKAP terjadi percikan api mulai menjelang pukul 15.00 WIB. Padahal banyak anak-anak kecil di daerah sekitar, terpaksa harus bernapaskan asap.

"Ketika api membesar dan hampir membakar rumah warga sekitar, barulah tim turun. Lain halnya yang terjadi dekat Tanjung Palas, sudah dua hari api hidup tapi tidak ada pemadaman. Padahal mobil patroli Polisi lewat," tambahnya. [*]