4 Oknum anggota Polisi dan 1 TNI Diduga terlibat
Eks Rektor UNRI Muchtar Ahmad diduga ikut garap Kawasan Hutan bersama Gulat Manurung

Ilustrasi | Beritariau.com 2015
Beritariau.com, Pekanbaru - Gulat Medali Emas (ME) Manurung, mantan Dosen Universitas Riau (UR) skaligus terpidana kasus suap alih fungsi lahan kawasan hutan di Riau yang melibatkan Gubernur Riau Non Aktif Annas Maamun, diduga mencaplok sedikitnya 112 hektar lahan di Desa Giri Sako, Kecamatan Logas Tanah Darat, Kabupaten Kuantan Singingi (Kuansing).
Parahnya, lahan yang merupakan kawasan Hutan Produksi Terbatas (HPT) itu, diduga dibagi-bagi ke sejumlah orang yang disebut sebagai koleganya. Diantaranya, berprofesi sebagai Dosen, Oknum Polisi dan TNI Angkatan Darat (AD).
Menariknya, Mantan Rektor Universitas Riau Prof DR Muchtar Ahmad diduga ikut menggarap lahan tersebut seluas 12 hektare dari mantan orang Annas Maamun tersebut.
"Dari catatan kita terdapat 11 dosen UR yang membeli lahan dari Gulat Manurung. Lahan tersebut terdapat di ,'' kata Sektretaris LSM Riau Madani Tommy Freddy Simanungkalit, Selasa (15/06/15) malam.
Dipaparkannya, kawasan hutan yang dikapling oleh Gulat itu awalnya akan dialihfungsikan menjadi Area Peruntukan Lain (APL). Namun, belum lagi alih fungsi lahan terwujud, mantan dosen Fakultas Pertanian UR ini keburu diciduk Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dalam Operasi Tangkap Tangan (OTT) tahun lalu.
Untuk oknum Dosen, total lahan yang dikapling Gulat dan dijadikan kebun kelapa sawit mencapai 65 hektare (ha). Diketahui, lahan itu dijualnya kepada 11 dosen koleganya di kampus UR tersebut.
Diantaranya, Prof DR Muchtar Ahmad seluas 12 ha, Gulat ME Manurung 12 ha, Arnis sebanyak 8 Ha, Prof Dr Anis Tatik 6 Ha, Syafrinal 6 Ha, Mardiansyah 4 Ha dan Prof DR Aslim Rasyad, Raswan Effendi, Wardati dan Mardiansyah masing-masing 2 hektare.
Selain dijual ke 11 dosen UR, Gulat juga diduga menjual kepada oknum Perwira polisi berinisial JM SY, ES dan TT serta seorang perwira dan TNI AD berinisial RW. Total kawasan hutan yang telah berubah fungsi jadi kebun sawit itu mencapai 112 hektare. [red]

