Ciptakan Polisi Mental Bebas Korupsi

Banyak peserta tes Bintara polisi tak paham sistem CAT

Banyak peserta tes Bintara polisi tak paham sistem CAT

Ilustrasi | Beritariau.com 2015

Beritariau.com, Pekanbaru - Kepolisian Daerah (Polda) Riau menerapkan Computer Assisted Test (CAT) dalam prekrutan calon bintara baru. Hal itu dilakukan untuk menjaga transparansi dan menghindari adanya praktek korupsi, kolusi dan nepotisme. Selain Riau, hanya Polda Metro Jaya dan Lampung yang menerapkan.

Kepala Biro Sumber Daya Manusia Polda Riau Kombes Pol Pudji Prasetyanto Hadi, mengatakan, ujian menggunakan CAT ini baru diterapkan dalam tes akademik anggota baru tahun 2015. Hal ini membuat sebagian peserta tes mengeluh karena tak semuanya paham menggunakan sistem itu.

"Ujiannya dilaksanakan di Kampus Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim. Pelaksanaannya selama dua hari, yaitu Senin (01/06/15) dan berakhir pada Selasa (02/06/15) hari ini," ujar Pudji saat ditemui disela-sela acara.

Hasilnya, kata Pudji, ada sekitar 916 pendaftar yang tersisa. Jumlah tersebut merupakan sisa dari 2.219 orang pendaftar. Bagi yang lulus, selanjutnya akan menjalani tes kesehatan yang akan dilakukan di Sekolah Kepolisian Negara (SPN) Polda Riau di Jalan Pattimura Pekanbaru.

"Sebelumnya dalam tes akademik dengan sistem CAT, yang diuji adalah mata pelajaran Pengetahuan Umum, Bahasa Indonesia dan Bahasa Inggris," terang Pudji.

Selama tes dilakukan, sebut Pudji, memang ada beberapa keluhan dari calon anggota polisi yang baru. Menurutnya, hal itu wajar karena para peserta kurang familiar dengan sistem CAT.

"Sebelumnya, sudah dilakukan sosialisasi dan pelatihan ujian dengan sistem CAT. Secara umum, pelaksanaan ujian selama beberapa hari ini berjalan lancar, tanpa kendala berarti," ulas Pudji.

Sebelum ikut tes CAT, sambung Pudji, peserta sudah menjalani tes bebas narkoba. Hal itu dilakukan saat pemeriksaan administrasi, dimana harus ada surat keterangan dari dokter dan itu harus dibawa.

"Selanjutnya untuk membuktikan itu, akan ada tes kesehatan kedua. Dari sini akan diketahui calon anggota yang menggunakan narkoba. Jika positif, langsung kita gugurkan," tegas Pudji.

Pudji kembali menegaskan, ujian sistem CAT merupakan bentuk perubahan signifikan yang dilakukan polisi. Hal ini merupakan salah wujud sebagai revolusi mental, agar bisa menghapus praktek KKN dalam rekrutmen anggota. [Pan]