Jadi pengedar sabu, 4 anggota polisi Pekanbaru ditangkap polisi

Jadi pengedar sabu, 4 anggota polisi Pekanbaru ditangkap polisi

Ilustrasi | Beritariau.com 2015

Beritariau.com, Pekanbaru - Tim Opsnal Satuan Reserse Narkoba Polresta Pekanbaru membekuk 4 oknum polisi karena diduga menjadi pengedar sabu-sabu. Turut ditangkap dua warga sipil yang masih jaringan para tersangka, dengan barang bukti sekitar 30 paket sabu-sabu berbagai ukuran.

Kabid Humas Polda Riau AKBP Guntur Aryo Tejo SIK, Senin (01/06/15) malam mengatakan, para tersangka sudah dibawa ke Mapolresta Pekanbaru di Jalan Ahmad Yani, untuk pengembangan lebih lanjut.

"Masing tersangka adalah Brigadir TU (personil Satuan Sabhara Polresta Pekanbaru), Brigadir BE (anggota Unit Sabhara Polsek Pekanbaru Kota), Aiptu IN (personil Satuan Binmas Polres Meranti), dan Bripka AT (anggota Satuan Dit Lantas Polda Riau). Sedangkan dua warga sipil ini, berinisial ER dan TE," ujar Guntur.

Menurut Guntur, para tersangka ditangkap di 4 lokasi berbeda. Mereka diduga pengedar narkoba yang selalu mendistribusikan barang haramnya di Kota Pekanbaru.

"Dari Brigadir TU, disita 6 paket sabu, satu timbangan, handphone, alat hisap, buku transaksi, dan uang hasil penjualan Rp1,5 juta," ucap Guntur.

Selanjutnya, petugas melakukan pengembangan dan bergerak ke Perumahan Melur Ujung. Disini petugas menangkap ER dengan barang bukti 3 paket sabu ukuran sedang. Lalu dilanjutkan Brigadir BE, dengan barang bukti 7 paket kecil sabu.

"Kemudian dikembangkan lagi dan ditangkaplah TE di Jalan Puri II Sidomulyo Barat Tampan dengan barang bukti 1 paket kecil sabu. Lalu, ditangkap Aiptu IN dengan sabu 1 kantong besar, 7 kantong kecil, 2 kantong sedang sabu," tambah Guntur.

Belum cukup sampai disitu, petugas melakukan penyelidikan ke Jalan Irkip Sidomulyo Timur Marpoyan Damai. Disini polisi mengamankan Bripka AT dengan barang bukti berupa 1 paket besar sabu, 2 paket kecil, 1 unit mobil Mazda pick up dan uang hasil penjualan.

"Mereka kemudian dibawa ke Mapolresta untuk menjalani pemeriksaan dan pendalaman untuk mengetahui dugaan jaringan mereka yang lainnya," tutup Guntur. [Pan]