Setelah Riau, Kepri dan Sumut, Panglima Pucuk Sebut Jambi Bakal Gabung dengan LLMB

Dok. Istimewa
Beritariau.com, Pekanbaru - Sepak terjang Lembaga Laskar Melayu Bersatu (LLMB) tak bisa lagi dipandang sebelah mata, pelan tapi pasti organisasi ini diyakini akan terus tumbuh dan berkembang tak hanya di Sumatera tapi juga di Nusantara.
Panglima Pucuk LLMB, Dt. Ismail Amir, SH., MH bahkan menyebut setelah Riau, Kepulauan Riau dan Sumatera Utara bergabung, dalam waktu dekat akan ada lagi provinsi yang akan bergabung.
"Dalam waktu dekat ada Provinsi Jambi yang akan bergabung ke LLMB," ujarnya saat acara Buka Puasa Bersama DPP LLMB, Sabtu (1/4/2023) lalu di Hotel Pengeran Pekanbaru yang dihadiri juga oleh Ketua Umum MKA Lembaga Adat Melayu (LAM) Riau Datuk Seri Marjohan Yusuf, yang Dipertuan Agung Raja XII Rantau Kampar Kiri Gunung Sahilan, H Tengku Muhammad Nizar, Kepala Staf Khusus (KSP) Bidang Usaha dan Ekonomi, Amirsyal Umar dan para pengurus dan anggota LLMB.
Sementara itu, untuk pengurus DPD Sumatera Utara rencana pada Juni mendatang akan menggelar pelantikan pengurus di Istana Maimun di Kota Medan.
Saat ini saja, menurutnya LLMB punya 14 ribu anggota yang tersebar di 3 provinsi dan akan terus bertambah, apalagi jika nanti Jambi jadi bergabung, organisasi ini akan terus berkembang.
Sebagai organisasi yang besar, menjelang Pemilu 2024 mendatang, diakuinya LLMB banyak dilirik oleh politisi dalam upaya mendapatkan suara.
Namun secara pribadi, Dt. Ismail menegaskan kalau dirinya sendiri saat ini tidak lagi tertarik untuk mencalonkan diri menjadi anggota legislatif karena khawatir nantinya LLMB tak ada yang mengurus.
"Saya tiga periode di DPRD Siak, dengan basis massa yang besar di LLMB, saya yakin bisa mencalonkan diri dan duduk di legislatif, namun saya tidak tertarik karena memang ingin fokus mengurus dan membesarkan laskar ini," tegasnya.
Dt. Ismail bercerita bagaimana, sejak pelantikan pengurus DPP di Februari 2021, dia punya cita - cita dan target selama dua tahun LLMB harus tumbuh dan berkembang pesat menjadi besar dan sangat diperhitungkan di Provinsi Riau, Provinsi Kepulauan Riau dan daerah lain yang ingin bergabung dengan LLMB.
"Ketika saya menerima SK di Cimahi Bogor Jawa Barat dari Alm. Letjend Purn Dt. Syarwan Hamid sebagai Pangbes DPP LMB. Organisasi ini sangat memperihatinkan, pengurus yang ada di SK hanya 7 orang, termasuk nama saya yang ada didalamnya, begitu pula inventaris, tidak ada sebatang penapun yang tertinggal pada saat itu. Ada beberapa DPD pada saat itu yang tertinggal namun ada yang berjalan di tempat, ada yang membekingi tempat - tempat maksiat."
Tapi saat ini, LMB sudah berubah menjadi LLMB. Sistem dan mindset organisasi sudah berubah total. LLMB Berjalan dan bergerak menggunakan strategi yang profesional menuju organisasi melayu yang modern mengikuti perkembangan zaman di era digitalisasi.
"LLMB ini menganut sistem Komando Murni yang tujannya agar tidak terjadi perpecahan dan berdirinya LLMB perjuangan. Alhamdulillah, dengan memakai sistem komando kita bisa sama-sama merasakan LLMB saat ini sudah menjadi organisasi melayu yang besar dan terus berkembang."
Perjuangan masih panjang, kita butuh semangat dan kekompakan agar LLMB menjadi catatan sejarah yang akan bisa kita wariskan kepada anak cucu kita di masa yang akan datang. (*)

