Harga BBM Naik, Mobil Dinas juga antrian isi Minyak Subsidi di Rohil

Sebuah Mobil Dinas Membeli BBM Bersubsidi di Bagan Batu | Beritariau.com 2015
Beritariau.com, Bagan Batu - Ternyata larangan yang dibuat oleh Pemerintah mengenai tak dibolehkannya Mobil Dinas (Mobnas) apa saja untuk mengisi Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi, tak diindahkan.
Pasalnya, selang beberapa jam setelah Presiden Republik Indonesia, menaikkan harga BBM jenis Premium dari Rp 6.800 menjadi Rp 7.300 per liter dan Solar dari Rp 6.400 menjadi Rp 6.900 per liter, para pengemudi Mobnas tetap ikut mengisi BBM bersubsidi karena dinilainya BBM non Subsidi pun bakal ikut naik juga.
"Seharusnya ditindak. Sebab kalau begitu terus, sama saja pemerintah tetap membenarkan mereka terus membeli BBM bersubsidi kepada para pegawainya yang sudah ikutan untung dari kenaikan harga BBM ini," kata salah satu warga yang namanya tak mau disebutkan, Senin (30/03/15) di Bagan Sinembah, Rokan Hilir (Rohil).
Menurutnya, pemerintah seharusnya tak perlu menaikkan harga BBM. Sebab, hal itu akan mempengaruhi harga Sembako dan lainnya. Padahal, masyarakat Indonesia pada umumnya, hanya petani dan penghasilannya juga tak seberapa," ujarnya. [bim]

