Dorrr! Petugas Ditembak, Perampok Gasak Uang Rp 100 Juta dari Gerai ATM di Pekanbaru

Dorrr! Petugas Ditembak, Perampok Gasak Uang Rp 100 Juta dari Gerai ATM di Pekanbaru

Petugas pengisian uang di ATM yang terkena tembakan pelaku/Istimewa

Beritariau.com, Pekanbaru - Upaya perampokan terjadi di sebuah ATM di Pekanbaru. Satu orang petugas pengisian ATM berinisial KN (34) menjadi korban penembakan.

Dari peristiwa itu uang senilai seratus juta pun berhasil dibawa kabur oleh pelaku. Sementara itu KN mengalami luka tembak.

Plh Kasatnarkoba Kompol Manapar Situmeang membenarkan adanya upaya perampokan tersebut. Peristiwa itu terjadi pada hari Minggu, (05/03/2023), di sebuah ATM BRK Syariah, yang bersebelahan di klinik Sari Husada Jl. Sultan Syarif Qasim, Kecamatan Limapuluh, Pekanbaru.

"Iya benar, korban dilarikan ke rumah sakit bhayangkara akibat luka tembak yang dialaminya," katanya.

Manapar mengatakan, berdasarkan kronologis keterangan saksi, sekitar pukul 06.40 WIB saksi bersama dua rekanya mengendarai mobilnya Daihatsu Grand Max dan akan melakukan pengisian di sebuah gerai ATM Bank Panin.

Tidak lama kemudian, tiga orang laki-laki tidak dikenal mendatangi gerai ATM dengan alasan hendak mengambil uang, namun dua diantaranya menunggu di luar.

Lanjutnya lagi, kata Manapar, pelaku masuk ke ATM dan mengatakan kepada saksi bahwa ingin ngambil uang di ATM. Kemudian saksi menyuruh menunggu karna saat ini mau dilakukan pengisian.

"Diduga ada upaya menguasai ATM, tiba-tiba pelaku langsung mengeluarkan senpi dan menembakkan ke arah saksi," katanya.

Satu buah selongsong peluru ditembak kan ke arah KN hingga terduduk di sebuah pagar Klinik Husada dan mengeluarkan banyak darah.

Sementara itu, melihat itu rekan lainnya sempat kabur dan meninggalkan TKP karena ketakutan.

Satu menit kemudian, rekan-rekannya kembali dan melihat KN telah tersandar dengan luka tembak.

Pelaku langsung melarikan diri dengan masing-masing kendaraannya dan berhasil membawa satu kotak uang pengisian ATM.

Selanjutnya KN pun dilarikan ke rumah sakit Bhayangkara.

"Adapun kerugian sekitar kurang lebih Rp 100 juta rupiah," pungkasnya.

Polisi masih melakukan pendalaman terhadap kasus tersebut. (*)