Diprediksi, Permintaan Uang Tunai Mencapai Rp4,8 triliun
Bank Indonesia bersama 45 Bank di Riau Buka Gerai Penukaran Uang

BERITARIAU.COM, Pekanbaru - Bank Indonesia bersama 45 bank umum di Riau membuka gerai bersama yang menarwarkan layanan penukaran uang selama Ramadhan di Kota Pekanbaru, Senin (30/06/2014).
"Pelayanan bersama ini khususnya untuk penukaran uang dalam pecahan kecil maupun uang yang tidak layak edar," kata Pemimpin BI Wilayah Riau Mahdi Muhammad pada pembukaan layanan penukaran uang Ramadhan.
Ia mengatakan layanan bersama tersebut berlokasi di halaman kantor BI Riau di Jalan Jenderal Sudirman, Pekanbaru. Kegiatan penukaran mulai dilakukan sejak tanggal 30 Juni hingga 24 Juli 2014. Adapun, loket penukaran uang dibuka mulai pukul 09.00 hingga 12.00 WIB.
"Setiap hari ada tujuh sampai delapan loket penukaran, dan akan bergantian bank-banknya," kata Mahdi.
Ia mengatakan, jenis pecahan yang disediakan oleh BI mulai dari pecahan uang kertas Rp100 ribu hingga uang logam Rp100 perak.
"Kami sudah siapkan permintaan masyarakat, dan seluruh perbankan siap melayani kebutuhan tersebut termasuk di kantor-kantor dan ATM," ujarnya.
Ia mengatakan BI memproyeksikan jumlah kebutuhan uang tunai yang keluar atau "outflow" akan terus meningkat karena permintaan pada bulan suci Ramadhan tahun ini hingga mencapai sedikitnya Rp4,8 triliun.
"Jumlah outflow sesuai proyeksi sekitar Rp4,8 triliun, karena bertambah dibandingkan bulan normal mengingat permintaan penukaran uang pada saat Ramadhan hingga Lebaran akan cukup tinggi," katanya seperti dilansir antarariau.
Menurut dia, BI memprediksi jumlah penukaran uang tunai pada momentum bulan puasa hingga Idul Fitri tahun ini akan mencapai Rp53,4 miliar. Jumlah penukaran tersebut akan jauh meningkat ketimbang tahun 2013 yang mencapai Rp39,2 miliar.
Bahkan, secara keseluruhan proyeksi "outflow" BI untuk Ramadhan dan Lebaran tahun ini lebih tinggi dibandingkan realisasi 2013, yakni mencapai Rp4,29 triliun.
"Penukaran uang itu terdiri dari berbagai kegiatan seperti kas keliling, penukaran bersama, penukaran intern dan penukaran Bank Perkreditan Rakyat," katanya.
Kemudian, ia mengatakan permintaan uang fisik atau kartal juga akan datang untuk keperluan bayaran bank, yakni seluruh kegiatan penarikan oleh perbankan melalui BI. Jumlah proyeksi bayaran bank mencapai Rp4,74 triliun, dan naik dibandingkan dengan realisasi 2013 yang mencapai Rp4,25 triliun.
Ia mengatakan, seiring pertumbuhan populasi penduduk di Riau dan pertumbuhan ekonomi daerah, tingkat "outlow" selama bulan Ramadhan memang cenderung meningkat secara signifikan. Kenaikan paling drastis terjadi pada Ramadhan 2013, dimana jumlahnya saat itu mencapai Rp4,29 triliun dan naik hampir dua kali lipat dibandingkan "outflow" tahun 2012 yang mencapai Rp2,87 triliun.
Permintaan uang tersebut sebagian besar untuk membayar tunjangan hari raya di perusahaan-perusahaan. Karena itu, perputaran uang nantinya bisa tidak terjadi di Provinsi Riau, karena pekerja banyak datang dari daerah lain seperti dari Jawa, Sumatera Barat, Sumatera Utara dan Kepulauan Riau.
Hal itu salah satunya bisa dilihat dari tingkat uang keluar perbankan Riau tidak akan sebanding dengan uang masuk (inflow). Inflow pada 2013 hanya mencapai Rp453,22 miliar, dibandingkan dengan uang keluar lebih dari Rp4 triliun. "Sedangkan, Ramadhan tahun ini proyeksi inflow sekitar Rp483,5 miliar," katanya. (antara)

