Raskin berulat dan berkutu, Bulog Rohul ngakunya rutin memeriksa

Warga membawa Beras Berulat dan Berkutu ke BPMPD Rohul | Beritariau.com 2015
Beritariau.com, Rohul - Kepala Gudang Kebutuhan Logistik (Bulog) Batas di Kecamatan Tambusai Rokan Hulu (Rohul), Rianto mengaku tak tahu bahwa Beras Miskin (Raskin) yang dibagikan oleh pihaknya ke warga Desa Karya Mulya Kecamatan Rambah Samo mengandung ulat dan kutu.
Ia baru mengetahui setelah ada laporan dari warga [Baca : Astaga! Raskin di Rohul ternyata berjamur, berulat dan berkutu]. Untuk memastikan, Rianto dan petugas kantor Badan Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa (BPMPD) Rohul, turun ke Desa Karya Mulya Kecamatan Rambah Samo, Jumat (30/01/15) sore.
Dikatakan Rianto, biasanya, sebelum beras didistribusikan ke desa, pihaknya menge-cek atau memeriksa satu per satu karung beras sebelum dinaikkan ke truk.
"Cek satu per satu (isi karung). Cek beras kalau ada mencurigakan, seperti karung warnanya hitam baru dibuka," kata Rianto kepada wartawan di Kantor BPMPD Rohul di Pasir Pangaraian, Jumat (30/01/15).
Rianto mengaku, Raskin yang dibagikan Bulog Batas ke warga Rohul pada Januari 2015, adalah stok pada Oktober 2014 lalu. Sebelum dibagikan ke desa, kata Rianto, sisa stok beras sekitar 200 ton sudah menjalani fumigasi atau pembersihan hama.
Dirinya tak tahu kualitas Raskin. Sebab, semua beras merupakan pengadaan dari Pemerintah Pusat yang didatangkan dari Jawa Timur. Selanjutnya, dibawa kapal melalui Pelabuhan Dumai.
"Begitulah yang kita terima. Jika memang harus dicek, harusnya saat dari Dumai dicek dulu," jelas Rianto.
Saat dikonfirmasi terkait temuan ini, Kepala BPMPD Rohul Budhia Kasino justru mengaku kerap mengingatkan pihak Bulog di daerahnya agar memberikan beras terbaik kepada warga. Pasalnya, kasus serupa sudah beberapa kali terjadi di beberapa desa di Kabupaten Rohul.
"Berikanlah yang terbaik. Solusinya, Bulog kan punya pengawas gudang. Sebelum beras didistribusikan atau dinaikkan ke truk, harus diperiksa dahulu," kata Budhia.
Menurutnya, jika kejadian serupa terulang, tak hanya pihak Bulog lelah, warga sebagai penerima juga dirugikan, apalagi jika sudah sempat dikonsumsi.
"Belum lagi biaya transportasi. Belum lagi capeknya mengantarnya lagi ke desa. Jangan terjadi lagi seperti ini," harapnya.
Ia kembali menekankan pihak Bulog agar lebih teliti sebelum mendistribusikan Raskin ke desa-desa. Dia meminta, sebelum beras dinaikkan truk, petugas Bulog harus mengecek kualitasnya. [cp]

