Begini Jawaban Polisi Terkait Harimau Dan Ketakutan Warga Desa Tasik Bengkalis Sewa Bodyguard

Ilustrasi Harimau
Beritariau.com, Bengkalis - Warga Desa Tasik Serai Tebing Serai mulai menggunakan jasa pengamanan (Bodyguard), agar bisa memanen buah sawit. Merespon belum tertangkap nya harimau yang melakukan teror kepada salah satu masyarakat.
Kepala Desa Tasik Tebing Serai, Junadi Senin (25/4/2022) mengakui kabar tersebut. "Iya benar, memang ada beberapa warga menyewa bodyguard, agar bisa memanen sawit," terang Junadi.
Namun, beberapa hari belakangan masyarakat sudah tidak ada lagi yang melakukan panen buah sawit karena seringnya harimau muncul.
"Beberapa hari ini sudah tidak ada lagi warga yang panen," terang Junadi.
Dari kabar yang ia dengar, untuk menggunakan jasa bodyguard tersebut warga harus merogoh kocek, antara Rp150 ribu hingga Rp120 ribu.
Perannya, saat pemilik lahan atau pemanen sedang bekerja, maka si bodyguard akan bertugas mengawasi situasi sekeliling.
Menurut Junadi, kondisi terkini warga yang rumahnya berada ditengah-tengah kebun sawit seluruhnya telah mengevakuasi diri.
"Untuk warga yang rumahnya di tengah kebun saat ini telah mengevakuasi diri ke tempat aman," ujar Junadi.
Terpisah, Kapolsek Pinggir Kompol Maitartika saat dikonfirmasi terkait kabar warga menggunakan jasa bodyguard ini membantah kabar tersebut.
"Tidak benar hoax itu," kata Maitertika.
Kapolsek mengatakan, hingga 19 hari melakukan upaya bersama BKSDA untuk menjerat harimau dengan menyediakan umpan 3 ekor kambing belum membuahkan hasil.
"Sampai saat ini umpan kambing belum dimakan," kata Maitertika. (*)

