Anak Yatim Piatu Ahli Waris Korban Pembunuhan di Siak Dapat Santunan

Anak Yatim Piatu Ahli Waris Korban Pembunuhan di Siak Dapat Santunan

Kapolres Siak, AKBP Gunar Rahadiyanto melalui Kasatpolairud Polres Siak Kompol Afril dan Dinas Sosial Kabupaten Siak, Wan Idris, memberikan santuanan | Foto : Istimewa/Riaubisa

Beritariau.com, Siak - Kapolres Siak, AKBP Gunar Rahadiyanto melalui Kasatpolairud Polres Siak Kompol Afril dan Dinas Sosial Kabupaten Siak, mendatangi kediaman korban, almarhumah Novi (35) korban pembunuhan yang dilakukan oleh suami sendiri.

Mereka datang menyantuni ahli waris yakni tiga anak korban yang saat ini berstatus yatim piatu di Jalan Lintas Maredan, Simpang Beringin, Desa Maredan, Tualang, Siak, Riau, Kamis (17/3/2022) sekira pukul 10.00 Wib.

Penyerahan ini diwakilkan oleh pihak keluarga yakni Leni dalam bantuan yang diberikan.

Kepada beritariau.com, Afril mengatakan bahwa bantuan kemanusiaan ini sebagai bentuk empati jajaran pihaknya dan Pemkab Siak atas peristiwa yang tragis yang terjadi di wilayah hukumnya.

"Saya sangat berempati, dengan tiga anak korban yang sudah menjadi yatim piatu. Semoga dengan bantuan yang diberikan dapat bermanfaat," kata Afril.

Kepala Dinas Sosial Kabupaten Siak, Wan Idris, berjanji bahwa pihaknya akan memberikan perhatian khusus terkait kelangsungan masa depan tiga orang anak korban yang berstatus yatim piatu terutama dalam mengenyam pendidikan.

"Dinas sosial siap menjadi fasilitator untuk membantu ketiga anak tersebut. Termasuk bantuan pendidikan juga akan dilakukan," jelasnya.

Bantuan yang diberikan berupa sembako selain itu ada santunan kematian senilai Rp 4 juta rupiah dan ada bantuan Baznas senilai Rp 5 juta rupiah.

Sebelumnya diberitakan, seorang perempuan di Siak, Riau, Novi (35) tewas dengan kondisi kepala terputus usai ditebas di tangan suaminya Citra Dermawan alias Inul (36) dengan menggunakan celurit.

Tragisnya, pembunuhan itu dilakukan dihadapan anak mereka, Jumat, (11/3/2022) sekira pukul 16.30 WIB. Usai melakukan pembunuhan kepada istrinya, suami korban lalu gantung diri.

Sebelum kejadian, korban baru pulang acara wirid dan singgah di rumah ibunya dengan membawa bekal makanan. Kemudian ibu korban menyampaikan ke korban untuk mengantarkan dulu bekal makanan ke suaminya. (*)