Sempat Dilarang Paspamres
Curhat warga Riau ke Jokowi: BBM Naik tak apa, sembako kok ikut?

Ilustrasi | Beritariau.com 2014
Beritariau.com, Pekanbaru - Warga RW 05, RT 01 kecamatan Marpoyan Damai Pekanbaru yang senang dipeluk Presiden Joko Widodo (Jokowi), akhirnya curhat.
Awalnya mereka dihalangi oleh Paspampres, namun dilarang Jokowi. [Baca : Peluk Jokowi, Ibu Penjual Lemang: Gubernur aja Gak Bisa Dipeluk]
Mereka pun memanfaatkan momen berkeluh kesah saat presiden Jokowi turun di pinggir jalan jenderal Sudirman itu, di dekat sebuah SPBU yang diketahui milik Plt Gubernur Riau Arsyajuliandi Rahman yang bersebelahan dengan kantor PDI Perjuangan itu.
Saat itu, Presiden Jokowi menyempatkan diri berdialog dengan warga, dengan menanyakan apa keluh kesah warga terhadap pemerintahan saat ini, beberapa ibu-ibu lalu mengatakan naiknya harga kebutuhan pokok seperti ikan dan beras.
"Kami bilang ke Pak Jokowi, tolonglah pak turunkan harga Ikan, harga beras, itu aja jadilah. Kami lihat berita-berita sekarang katanya Jokowi lagi memperbaiki situasi di laut, itu nelayan Malaysia tangkapin aja, ikan kita mahal, malah mereka enak mencuri," keluh Wati, salah seorang warga yang juga menjual lemang di tepi jalan Jenderal Sudirman Pekanbaru itu, Rabu (26/11/14).
Selain itu, Wati juga mengeluhkan beberapa bulan ini, sejumlah warga tak mampu di daerahnya tak mendapat beras miskin (raskin).
"Kami gak dapat beras Bulog, biasanya kami dikasih itu, sekilonya Rp5 ribu, kan lumayan, sekarang malah gak ada lagi bang. Padahal kan saat ini harga beras mahal," ketusnya.
Mereka juga mengaku, sempat meminta beras kepada Andi Rahman, tapi tak mendapat respon.
"Kami milih pak andi rahman pada waktu pemilihan supaya dibantu. Rupanya nggak ada dibantu sampe sekarang," keluhnya.
Warga tak merasa keberatan harga BBM naik Rp 2 ribu. Namun, kenaikan harga ini diikuti naiknya harga sembako yang tak sesuai.
"Harga BBM naik cuma Rp 2 ribu, itu tidak masalah, kok malah harga ikan naiknya Rp 20 ribu, ikan patin biasanya cuma Rp 20 ribu sekilo, sekarang sudah Rp 45 ribu," ujarnya lagi. [Pan]

