11 Kabupaten-kota di Riau Zona Orange Satu Kuning
Wagubri saat memberikan penjelasan pada rakor monitoring dan evaluasi terkait PPKM Level IV bersama Airlangga Hartarto.
Beritariau. com, Pekanbaru - Wakil Gubernur Riau (Wagubri), Edy Natar Nasution menyebutkan dari 12 Kabupaten/kota di Provinsi Riau. Satu diantaranya berstatus zona kuning, sisanya kategori zona orange.
Perubahan status disampaikan Wagubri, kepada Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto, saat mengikuti rapat koordinasi (rakor) monitoring dan evaluasi terkait Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) level IV di luar Jawa-Bali secara virtual di Gedung Daerah Balai Serindit, Ahad (5/9/2021).
Wagubri berujar, perubahan status itu berarti adanya penurunan kasus terkonfirmasi Covid-19 di Riau.
“Setelah Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Level IV kemarin, dampak yang cukup efektif dan berhasil menurunkan angka Covid-19 ” kata Edy saat gilirannya menyampaikan pemaparan.
Pihaknya mencatat per tanggal 4 September 2021 ini, sebanyak 124.380 warga terkonfirmasi Covid-19 di Riau. Pasien yang sembuh berjumlah 116.416 orang, dan yang meninggal sebanyak 3.811 kasus.
Kemudian, untuk kasus yang aktif terdapat 4.150 kasus. Diantaranya 515 orang dirawat di rumah sakit serta 3.635 orang melakukan isolasi mandiri.
Selanjutnya, pemeriksaan sampel spesimen pertanggal 1 hingga 4 September 2021 kemarin ada 13.412 orang. Sehingga terjadi penurunan jumlah 1162 di Provinsi Riau.
Penurunan yang sama juga terjadi bulan Agustus, yang mana sebelumnya pihaknya mencatat mencapai 26.110 kasus.
“Hasiknya untuk hari ini, 12 Kabupaten/kota di Provinsi Riau, tidak ada lagi zona merah,” ungkap Wagubri.
Untuk spesifiknya, pada 12 Kabupaten/kota itu, hanya Pelalawan yang masuk zona kuning, selebihnya berstatus zona orange.
Pernyataan Wagubri juga dibenarkan Airlangga Hartarto dihadapan peserta rapat. Bahwa adanya penurunan angka terkonfirmasi Covid-19 di luar Pulau Bali-Jawa.
“Secara nasional saat ini data perhari mengalami penurunan kasus dibawah angka 10.000.
Sedangkan pada kasus aktif secara nasional ada sebanyak 160.699 kasus. Menurutnya, yang terbanyak berada di pulau Jawa dan Bali sebanyak 40,24 persen dan di luar Jawa Bali sebanyak 59,76 persen.
“Selama PPKM hasil pendataan dari tanggal 9 Agustus - 20 September, terjadi penurunan kasus di luar Jawa Bali mengalami penurunan,” ujarnya.***

