Komponen Gardu PLN Dicuri, Listrik di Beberapa Lokasi di Riau Padam

Komponen Gardu PLN Dicuri, Listrik di Beberapa Lokasi di Riau Padam

Bagian LS Board pada Gardu PLN yang diduga dicuri.

Beritariau.com, Pekanbaru - Padamnya listrik di beberapa tempat di Provinsi Riau ternyata disebabkan adanya pencurian 11 gardu milik PLN. Hal ini terungkap, setelah adanya laporan masyarakat.

Hasil pengecekan petugas dilokasi, ditemukan banyak pintu LS Board hilang yang terindikasi dicuri.

“Ketiadaan pintu LS Board dapat mengganggu pasokan listrik dan dapat membahayakan khususnya bagi masyarakat di lingkungan sekitar gardu tersebut,” ungkap Humas PLN UPT3, Dwi Ramdhani, Kamis  (26/8/2021).

Jelas Dwi untuk melancarkan pasokan energi listrik yang andal agar baik diterima masyarakat, tak lepas dari kelengkapan komponen peralatan jaringan listrik yang baik.

Bagian LS Board pada Gardu, jelas Dwi merupakan salah satu komponen pada jaringan listrik yang berfungsi sebagai pengendali, pelindung dan pembagi aliran listrik yang bersumber dari Gardu Distribusi / Trafo ke saluran pelayanan atau ke pelanggan.

“Hasil pengecekan dilapangan ditemukan banyaknya pintu LS Board hilang yang terindikasi dicuri,” terang Dwi.

Selain itu, kehilangan pintu LS Board ini juga dapat mengganggu pasokan listrik yang mengakibatkan dapat membahayakan.

“Bahaya ini khususnya bagi masyarakat di lingkungan sekitar gardu,” kata Dwi.

Sebelas kejadian ini terjadi di gardu KB 712 Jl.Sawai, KB 643 Jl. Riau Happy Puppy, KB 772 Jl. Melati Doraemon, KB 672 Jl. Lumba Lumba, KB 422 Jl. Riau Gg.Saeran, KB 734 Jl. Sm amin ujung, KB 612 Jl. Air hitam sisiip Sm Amin ujung, KB 777 Jl.Riau Baru, KB 775 Jl M yamin jembatan, KB 763 Jl. Bakti Sisik.

Pencurian di KT 05 di Simpang Jl Sultan Syarif Qasim, juga menyebabkan listrik di Korem 031/Wirabima ikut padam.

Untuk mengenali petugas PLN, Dwi mengharapkan masyarakat memperhatikan ciri-ciri sebagai berikut : petugas PLN memiliki dan membawa surat tugas asli, selalu mengenakan tanda pengenal selama bertugas.

“Petugas PLN menggunakan seragam yang rapi dan petugas PLN tidak menerima bayaran di tempat pelanggan,” kata Dwi menginformasikan.

Dwi berharap dan memohon masyarakat cepat melapor, apabila ada pihak yang mengatasnamakan petugas PLN tetapi tidak memiliki identitas dan surat tugas yang jelas.

“Mohon untuk dapat melaporkan ke PLN melalui Contact Center 123, apabila melihat hal yang mencurigakan disekitar Gardu,” pinta Dwi.

Untuk diketahui, pencurian Gardu PLN ini pertama kali diketahui Senin (23/8/2021) di wilayah ULP Lipat Kain, Kampar.

"Waktu diketahui sekitar pukul 10.41 WIB," pungkasnya.***