Gubernur, DPRD dan Walikota Dapat Ucapan Terimakasih ‘Tapi Boong'

Gubernur, DPRD dan Walikota Dapat Ucapan Terimakasih ‘Tapi Boong

Aliansi Pembela Rakyat, saat membentangkan spanduk di depan kantor Gubernur Riau.

Beritariau.com, Pekanbaru - Gubernur Riau, Walikota hingga DPRD mendapat ungkapan terimakasih, ‘tapi Boong' dari mahasiswa dan pemuda yang  menggelar aksi di depan kantor Gubernur Riau, Senin (23/8/2021) sore.

Aksi itu seketika mendapat perhatian pengendara jalan Sudirman yang melintas, juga yang sedang menunggu lampu hijau.

Jumlah masa hanya lima orang. Bermaksud memprotes Penerapan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) yang tidak menguntungkan warga ekonomi menengah dan kecil.

Isi spanduknya lebih detil yakni bertuliskan “Terimakasih, DPRD, Walikota, Gubernur, Atas Suksesnya Penanganan Covid-19 #Tapi Boong”.

Setelah memperlihatkan spanduk itu. Boy mewakili rekan-rekannya yang juga selaku koordinator masa aksi mengatakan, pihaknya hadir mewakili masyarakat yang merasakan dampak pelaksanaan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) di Pekanbaru.

“Kalau masa yang aksi ramai, tentu tidak boleh dimasa Pendemi ini,” ucap Boy.

Boy menilai, sampai saat ini sudah tiga kali dilakukan perpanjangan PPKM. Sementara Pemerintah tidak dapat memberikan solusi, atas apa yang terjadi.

Dia menyinggung, masa pemerintahan ingin memberlakukan pemberian intensif bagi warga. Namun bantuan yang dimaksud tidak sampai.

Menurutnya juga, dari penerapan PPKM hingga tiga kali, sampai saat ini juga tidak berdampak pada pengurangan angka Covid-19.

“Dampaknya yang dirasakan masyarakat, yang ada hanya kemacetan dimana-mana. Sementara angka juga Covid-19 terus bertambah,” ungkap Boy.

Artinya, Boy dan rekan-rekan meminta lebih baik pemerintah menerapkan new normal. Dengan tetap menerapkan protokol kesehatan.

“Kami melihat tidak ada efektivitas penerapan PPKM ini, pada masyarakat dan pengurangan angka Covid-19,” sebut Boy.

Selain tidak ada korelasi nya, ditambah pula, masyarakat ekonomi menengah semakin terdampak. Pihaknya meminta PPKM ini, lebih baik ditiadakan.

Boy mengatakan, pihaknya juga akan menggelar aksi serupa dikantor DPRD Kota dan Provinsi serta di kantor Walikota.

“Kami akan menyampaikan aksi serupa, agar ada kejelasan dari pemerintah,” tegas Boy.***