Translokasi ke TNTN
'Kaesang dan Dodo’, Dua Gajah Liar di Inhu akhirnya 'Pulang Kampung'ya
Dua gajah liar usai melakukan proses translokasi dua gajah liar di hutan Peranap, Kabupaten Inhu.
Beritariau.com, Pekanbaru - Tim gabungan yang melakukan penyelamatan dua gajah liar di Kecamatan Peranap, Kabupaten Indragiri Hulu (Inhu). Telah berhasil melakukan proses translokasi, yang memakan waktu tiga hari lamanya.
Kepala Bidang KSDA Wilayah I Andri Hansen Siregar, Ahad (22/8/2021) mengatakan, panjangnya waktu translokasi karena bertujuan mencegah terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan.
Proses translokasi ini, lanjut Hansen, dilakukan antara Rabu hingga Jumat tanggal 28-20. Dengan memobilisasi seluruh Tim ke lokasi dengan memberdayakan tiga ekor Gajah latih PLG Minas.
“Tiga gajah latih ini bernama Bangkin, Indah dan Yopi,” jelas Hansen.
Sebelum turun kelapangan, tim gabungan terlebih melakukan koordinasi dan sosialisasi kegiatan kepada pihak pemerintah daerah maupun aparat setempat, termasuk Camat Peranap, Lurah Peranap, Kades Semelinang Darat, Baturijal, Kapolsek Peranap; Danramil 05 Peranap serta tokoh masyarakat.
Hansen menjelaskan, dia sendiri yang memimpin rapat dan briefing bersama tim gabungan di posko Tim berada di rumah dinas Camat Peranap.
Kronologis tim gabungan turun kelapangan, pada Kamis (19/8/2021) sekitar pukul 02.30 WIB dini hari, tim gabungan berangkat membawa tim medis dan Tim evakuasi bersama Gajah latih.
Selanjutnya, saat tiba dilokasi gajah latih langsung ditempatkan di kebun masyarakat yang telah disepakati.
“Hal ini dilakukan untuk memastikan keamanan saat pelaksanaan maupun akses jalan dari lokasi evakuasi menuju translokasi,” ucap Hansen.
Sekitar pukul 18.00 WIB, kemudian tim gabungan melihat gajah liar mendekati dan makan bersama dengan Gajah latih.
“Kami langsung memutuskan segera melakukan evakuasi,” jelas Hansen.
Setelah merasa langkah-langkah yang dilakukan sesuai, sekitar pukul 20.00 WIB, tim gabungan langsung melakukan tindakan evakuasi hingga penangkapan dilakukan berhasil sekitar pukul 24.00 WIB.
“Proses evakuasi berjalan cukup panjang hingga pukul 04.00 WIB dini hari, kedua Gajah berhasil diarahkan menaiki mobil angkut,” ucap Hansen.
Setelah kedua gajah liar berhasil diangkut ke mobil. Tim gabungan langsung melakukan translokasi Gajah liar yang diberi nama “Kaesang dan Dodo” menuju kawasan Taman Nasional Teso Nillo (TNTN).
Sekitar pukul 9.00 WIB, tim gabungan yang membawa gajah liar dan latih tiba di lokasi pelepasliaran, yang berada dikawasan TNTN.
“Saat ini dua gajah liar itu telah bergabung dengan kelompoknya yang berada pada salah satu kantong Gajah yang ada di Provinsi Riau,” sebut Hansen.
Hansen mengatakan, terimakasih atas bantuan semua pihak yang turut membantu proses translokasih.
“Terimakasih kasih kepada seluruh masyarakat Kecamatan Peranap dan sekitarnya yang telah kondusif serta tidak anarkhis terhadap satwa Gajah sumatera,” kata Hansen.***

