Agar Tak Membludak, Dewan Sarankan Vaksinasi Massal Dilakukan Dengan Penjadwalan

Agar Tak Membludak, Dewan Sarankan Vaksinasi Massal Dilakukan Dengan Penjadwalan

Anggota DPRD Kota Pekanbaru dari Fraksi PAN, Roni Pasla SE | Beritariau.com2021

Beritariau.com, Pekanbaru - Membludaknya antusias masyarakat terkait pelaksanaan vaksinasi yang diselenggarakan di salah satu Hotel Pekanbaru, menjadi perhatian dari kalangan legislatif.

Menurut salah seorang Anggota DPRD Kota Pekanbaru dari Fraksi PAN, Roni Pasla, agar pelaksanaan vaksinasi tak membludak perlu adanya koordinasi dan penjadwalan di tingkat kecamatan.

"Karena vaksinasi ini untuk masyarakat umum, maka RT/RW harus dihubungi dan dilibatkan. Lalu diatur pembagian jadwalnya di tingkat kecamatan. Misalnya Kelurahan Sidomulyo Barat, ditentukan orangnya antara 20-30 orang lalu dengan rentan waktu tertentu," kata Roni, kepada wartawan, Senin (24/5/2021).

Seperti diketahui, Minggu (23/5/2021) kemarin, pelaksanaan vaksinasi massal di salah satu hotel Pekanbaru mendadak membludak. Warga Pekanbaru terlihat melakukan antrian dan berkerumun tanpa menerapkan protokol kesehatan.

Melihat masalah tersebut, Roni menyebutkan, harusnya sudah diatur jarak dan hal lainnya dengan menyesuaikan protokol kesehatan yang ada. Tidak serta merta diumumkan tanpa pembagian jadwal dan pembagian peserta vaksinasi.

"Harus ada koordinasi jam berapa dimulai, nanti di jadwal ulang. Jangan dipaksa datang di jam tersebut, pasti akan membludak," ucap Roni.

Roni juga melihat saat ini antusias masyarakat terhadap program vaksinasi pemerintah cukup tinggi, sementara Pemko Pekanbaru sendiri keterbatasan Sumber Daya Manusia (SDM) untuk melaksanakan vaksin tersebut.

"Untuk melaksanakan vaksinasi ini tentu butuh tenaga medis yang terlatih dan handal. Vaksin ini beda dari yang lain, perawat-perawat lain belum tentu bisa melakukan suntik vaksinasi, keterbatasan (SDM) inilah mengakibatkan kita tidak bisa melakukan vaksinasi secara maksimal," jelasnya.

Selain keterbatasan SDM, Roni juga melihat dengan kuota vaksinasi yang terbatas dan keterbatasan alat pendingin untuk penyimpanan vaksinasi, menyebabkan program pemerintah ini tidak terkoordinir.

"Keterbatasan tempat pendingin menjadi masalah juga. Karena vaksinasi ini harus keluar dari suhu sekian derajat, apa bisa digunakan atau tidak, ini kendala juga," pungkasnya.