Reses Hj Sri Rubiyanti
Terbakar Tahun 2019, Warga Aur Kuning Minta Bantuan Perlengkapan Posyandu

RESES - Anggota DPRD Kota Pekanbaru, Hj Sri Rubiyanti SIP, menggelar reses dengan menerapkan protokol kesehatan | Beritariau.com2020
Beritariau.com, Pekanbaru - Sri Narita, warga jalan aur kuning RW 03, Kelurahan Air Dingin, Kecamatan Bukitraya, Pekanbaru, mengeluhkan persoalan infrastruktur posyandu yang masih menumpang di rumah warga.
Dia bercerita, sebelumnya warga di RW 03 terutama kaum ibu-ibu telah memiliki rumah posyandu sendiri. Namun, pada tahun 2019 infrastruktur itu mengalami bencana kebakaran dan meludeskan bangunan beserta isinya.
Persoalan itu dia ceritakan saat anggota DPRD Kota Pekanbaru, Hj Sri Rubiyanti SIP, menggelar reses di lokasi Jalan Aur Kuning, Sabtu (27/06/2020).
"Dengan posisi posyandu yang terbakar saat ini, kami harus pindah-pindah lokasi ke rumah-rumah warga. Kalau bisa kami dibantulah operasional berupa perlengkapan posyandu seperti timbangan, meubeleur dan lainnya," pintanya.
Warga lainnya, juga menceritakan persoalan lain dalam aspirasi reses yang digelar itu. Persoalan yang diceritakan masalah realisasi bantuan sosial (bansos) sembako maupun Bantuan Langsung Tunai (BLT) dari pemerintah yang terdampak Covid-19. Bantuan itu dinilainya sangat tidak merata dan jauh dari harapan yang sesungguhnya.
"Banyak yang mempertanyakan masalah sembako ini, sampai PSBB berakhir bantuan tak kunjung datang. Kapan bantuan itu turun lagi," ucap Ida, warga RW 03 Kelurahan Air Dingin.
Selain masalah itu, usulan pembangunan fisik seperti pengaspalan hotmix di Jalan Aur Kuning gang Samudra juga diminta dalam aspirasi Sri Rubiyanti. Kondisi fisik saat ini masih timbunan tanah kuning.
Dari pantauan dilapangan, reses yang digelar oleh politisi dari partai besutan Prabowo Subianto juga menghadirkan ustadz yang mengisi acara tausyiah keagamaan tentang masalah sosial kemasyarakatan.
Anggota DPRD Kota Pekanbaru, Hj Sri Rubiyanti SIP, menjawab secara global usulan dari konstituen di daerah pemilihan (dapil) nya itu. Dengan persoalan yang ada, dirinya akan memperjuangkan aspirasi yang dikeluhkan warga itu untuk diteruskan melalui stakeholder terkait.
"Karena situasi Covid-19, banyak keuangan daerah tersedot dan pembangunan ditiadakan. Kita minta warga bersabar dan mudah-mudahan direalisasikan tahun mendatang. Tentunya dengan memperhatikan kondisi keuangan daerah," tutupnya. [Bam]

