RDP Komisi IV DPRD Pekanbaru
Rumah 2,5 M, CCTv Padam Kena Petir Dijadikan Alasan Pengelola Nirvana Residence Pekanbaru

RDP- Komisi IV menggelar Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama Pengelola Perumahan Nirvana Residence. RDP membahas laporan warga tentang minimnya Fasilitas Sosial dan Fasilitas Umum yang disediakan pengelola | beritariau.com2020
Beritariau.com Pekanbaru - Komisi IV DPRD Pekanbaru, mencecar pengelola Perumahan Nirvana Residence Pekanbaru, dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) yang digelar di ruang Komisi, Kamis (09/04/2020) pagi.
RDP yang digelar kurang lebih 2 jam tersebut mempertanyakan banyaknya Fasilitas Umum (Fasum) yang dikeluhkan oleh warga yang tinggal di Jalan Soekarno-Hatta, Kelurahan Delima, Kecamatan Pekanbaru, tersebut.
Cecaran pertanyaan yang disampaikan Komisi IV itu berkaitan dengan keluhan yang disampaikan warga perumahan melalui pengaduan tertulis secara langsung di DPRD kota Pekanbaru.
"Disetiap gang itu keamanan CCTv nya seperti apa? Apakah aksesnya warga boleh melakukan koneksi secara langsung atau hanya pengelola saja," Kata Ketua Komisi IV, Sigit Yuwono ST, saat memimpin jalannya rapat tersebut.
Pertanyaan itu langsung dijawab oleh Tenaga Teknik pengelola Nirvana Residence Pekanbaru, Anjuan P Nainggolan. Dijelaskannya, perumahan Nirvana Residence Pekanbaru saat ini terdapat 4 blok dengan jumlah total hunian 60 Kepala Keluarga (KK).
CCTv katanya, ada 14 unit digunakan untuk melakukan back-up dan dibuka aksesnya jika terjadi persoalan keamanan di dalam komplek perumahan.
"Yang menyala 6 titik dan yang tidak menyala ada 8 titik. Saat ini yang aktif hanya di pintu keluar masuk. Karena petirnya kuat kita sudah 8 kali ganti. Makanya disetiap gang tidak aktif karena masalah itu (petir,red). Ahli CCTv pun tak ada yang bisa menjamin," ucap Anjuan kepada Komisi IV.
Jawaban dari pengelola itu, dicecar oleh Anggota Komisi IV, Heri Setiawan. Menurutnya, dalam persoalan padamnya unit CCTv itu, apa pengelola sudah melakukan diskusi dan menjelaskan dengan persoalan yang terjadi. "Kan tidak mungkin petir dibawa berunding dan petirnya kita pindahin," cetusnya.
Senada juga disampaikan oleh Anggota Komisi IV lainnya, Robin Eduar SE MH. Politisi dari PDIP ini mengatakan jika petir tidak bisa dijadikan alasan oleh pengelola dalam persoalan minimnya fasilitas perumahan mewah bernilai miliaran rupiah tersebut.
"Ini bukan rumah biasa. Harga rumah itu Rp 2,5 miliar. Orang beli mahal tentu ingin fasilitas dan kenyamanan. Kalau sama saja bagus beli ruko di pinggir jalan," bebernya.
Dia mencontohkan pemasangan tower di Kecamatan Payung Sekaki. Bahkan katanya, tingkat pengamanannya sudah baik meskipun dipasang disudut jalan yang tidak terlalu tinggi.
"Petir itu mencari sudut yang paling tinggi. Jadi kejadian alam seperti petir ini jangan dijadikan alasan bagi pengelola," ungkapnya.
Sementara itu, Penanggungjawab Komisi IV, Tengku Azwendi Fajri SE, yang hadir dalam RDP itu mengungkapkan jika pengelola perumahan Nirvana Residence Pekanbaru, tidak konsiten dengan Fasum yang diberikan saat melakukan jual beli property. Menurutnya, syarat yang tidak ada sekalipun diakali.
"Misalnya saya ingin membeli rumah tentu sasaran ingin mendapatkan fasilitas, mudah dan fleksibel. Tapi setelah ini berjalan ternyata amburadul, seolah ada penipuan publik disini," terangnya.
Rapat ini fokus membahas persoalan fasum dan fasos yang ada di perumahan Nirvana Residence Pekanbaru. Selain persoalan CCTv, persoalan lain di perumahan itu juga ikut dibahas.
Seperti masalah sumur resapan, pungutan iuran kepada warga perumahan, tenaga keamanan security, Garis Sepadan Bangunan (GSB), pungutan uang sampah warga, hingga teknis masalah Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan (BPHTB) kepada Pemko Pekanbaru.
RDP dilanjutkan kembali dengan agenda jadwal yang ditentukan melalui ekpos pengembang di ruang Komisi IV DPRD Pekanbaru dengan membawa data masterplan. [Bam]

