Pisah Sambut Kapolda Riau

Kapolda Riau Tetapkan Santun Melayu Pimpin Bumi Lancang Kuning

Kapolda Riau Tetapkan Santun Melayu Pimpin Bumi Lancang Kuning

Beritariau.com, Pekanbaru - Irjen Pol Agung Setya Imam Effendi resmi memegang tongkat komando sebagai Kapolda Riau usai menggelar kegiatan pisah sambut dengan Kapolda Riau sebelumnya, Irjen Pol Widodo Eko Prihastopo. 

Pisah sambut disertai dengan Pedang Pora dan kegiatan tradisional Melayu tepuk tepung tawar itu digelar di Markas Komando Brimob, Kota Pekanbaru, Kamis siang. 

Turut hadir Gubernur Riau Syamsuar, Kepala Kejaksaan Tinggi Riau Yung Abdul Syakur dan unsur forum komunikasi pimpinan daerah Riau. 

"Acara ini diawali dengan tepuk tepung tawar. Artinya saya bukan lagi tamu dan saya menjadi bagian dengan rekan semua dan masyarakat Riau. Di mana bumi dipijak di situ langit dijunjung setinggi-tingginya," kata Agung. 

Dia mengatakan terdapat sejumlah program kerja dalam waktu dekat yang akan menjadi perhatian dirinya. Salah satunya terkait penegakan hukum tindak pidana kebakaran hutan dan lahan. "Kita maksimalkan, dan lakukan terobosan yang terbaik," ujarnya. 

Selain itu, Agung juga menyatakan bahwa fokus dalam melakukan pemantauan aktivitas siber atau media sosial. Menurut dia, media sosial memiliki cakupan yang lebih luas dibanding dengan dunia nyata. 

Ada potensi negatif yang bisa ditimbulkan dari aktivitas media sosial, namun dia memberikan catatan bahwa kegiatan dunia maya juga bisa dikembalikan ke sisi positif untuk masyarakat. 

Terlebih, dia mengatakan bahwa masyarakat Riau memiliki adat istiadat yang santun dan dia percaya bahwa Riau akan selalu damai. "Riau itu negeri yang santun, kami ingin bawa kesantunan kepada semuanya, diri saya dan jajaran saya. Saya paham kadang masalah akan membawa emosi tapi saya yakin kesantunan akan membawa kebaikan lebih besar," paparnya. 

Sementara itu, Irjen Pol Widodo Eko Prihastopo yang kini resmi mengisi jabatan di Badan Intelijen Negara (BIN) juga mengingatkan kepada rekannya tersebut untuk fokus dalam menangani penegakan hukum kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Akan tetapi, dia juga memberikan pesan kepada seluruh komponen masyarakat Riau bahwa Polda Riau tidak akan bisa berjalan tanpa dukungan dan kerjasama yang baik, terutama dalam hal penanganan karhutla. 

"Kondisi Kamtibmas di wilayah kita, Riau, terutama karhutla, ini jadi perhatian kita semua. Tapi ingat, Polda tidak mungkin bisa kerja sendiri," pesan Widodo. 

Selain karhutla, Widodo juga menegaskan akan memberikan dukungan penuh kepada Agung sebagai kapasitasnya di BIN. Salah satunya terkait penanganan dan pencegahan terorisme yang berpotensi mengganggu keamanan dan ketertiban masyarakat. 

Dia menuturkan memiliki relasi yang cukup baik dengan juniornya tersebut, karena pernah bekerjasama di Polda Jawa Tengah saat masih sama-sama menjabat sebagai perwira pertama. 

"Kebetulan dengan pak Kapolda saya bersama di Jateng saat perwira pertama," ujar jenderal bintang dua itu. 

Terakhir Widodo turut meminta maaf kepada seluruh masyarakat Riau dan unsur forum pimpinan kepala daerah karena belum bisa memberikan yang terbaik di Bumi Lancang Kuning. Dia berharap program yang berjalan selama ini bisa lebih ditingkatkan ditangan Irjen Agung.