Bentrok Mahasiswa VS Polisi
Mahasiswa UNRI ngaku didorong dan dipentung

MENJENGUK - Anggota DPRD Kota Pekanbaru, mengunjungi korban tragedi demo di Mapolda Riau di RSUD Arifin Ahmad Pekanbaru | Beritariau.com2019
Beritariau.com Pekanbaru - Mahasiswa UNRI Fakultas Pertanian Semester III, jurusan Teknologi Hasil Pertanian, Singgih, bercerita kepada Anggota DPRD Kota Pekanbaru saat tragedi kerusuhan demo antara mahasiswa dan polisi.
Singgih yang menjadi korban oknum aparat kini mengalami luka di bagian kepala akibat benda tumpul dan terbaring di RS Arifin Ahmad, Pekanbaru, Rabu (17/09/19).
Di hadapan Anggota DPRD Kota Pekanbaru dari Fraksi PAN, Roni Pasla, Mahasiswa yang terbaring dan dirawat di ruangan Edelwis 1 ini, mengingat memori tragis yang menimpa dirinya.
"Kepala saya bocor, kening saya memar kena pentungan polisi," Kata Singgih, bercerita di depan Anggota DPRD di dampingi keluarganya.
Selain Singgih, korban lainnya Reza Saputra juga bercerita saat aksi dorong-dorongan demo di depan Mapolda Riau, Selasa (17/09/19) kemarin. Reza mengalami patah luka di tangan kirinya.
"Saya didorong dari belakang. Polisi main pukul-pukul. Saat pagar didorong, polisi dorong balik pagar itu. Saat itu saya sudah mundur, saat dorongan jatuh, tangan sudah bengkok," ungkap reza bercerita.
Singgih dan Reza Saputra merupakan 2 orang mahasiswa yang mengalami luka berat dan dirawat inap di RSUD Arifin Ahmad, Pekanbaru. Selain mereka, ada 12 orang mahasiswa lainnya yang menjadi korban. 12 orang mahasiswa itu diperbolehkan pulang karena mengalami luka ringan.
12 orang korban luka ringan itu yakni, Ayu Rahmulia, Hajar Adhara, Destomi Eka Ramadhan, Cendia, Riska, Noval, Oktaviansyah, Diki Sondari, Ayu, Zakli. Sementara 2 orang luka ringan lainnya Mahasiswa UNRI Fakultas Teknik.
Sebagaimana diketahui, Selasa (17/09/19) kemarin, Ribuan Mahasiswa turun ke jalan dan menggelar aksi di depan Mapolda Riau. Aksi demo mahasiswa ini berkaitan dengan tuntutan peran penanganan kabut asap yang hingga saat ini belum mendapat perhatian serius dari Pemerintah.
Dari video yang viral, terlihat mahasiswa dan Polisi terlibat aksi dorong-dorongan. Pagar di depan Mapolda Riau, rubuh dan memukul mahasiswa dengan water canon. [bam]
[bam]

