5 Hektare Lahan PT Arara Abadi Terbakar

5 Hektare Lahan PT Arara Abadi  Terbakar

PEMADAMAN - Petugas tengah melakukan pemadaman dilahan konsesi yang terbakar | Istimewa

Beritariau.com Siak - Lahan di areal konsesi PT Arara Abadi Distrik Siak Desa Dosan Kecamatan Pusako, Kabupaten Siak Riau, terbakar.

Luas lahan yang terbakar sekitar 5 hektare. Bahkan sebagaian areal yang terbakar ditanami sawit oleh sekelompok masyarakat. Areal yang ditanam sebagian merupakan areal tanah gambut.

Hal itu disampaikan oleh Paur Humas Polres Siak Bripka Dedek Prayoga. Dia menjelaskan, pihaknya bersama tim gabungan telah memadamkan upaya kebakaran lahan di Desa Dosan Kecamatan Pusako seluas  5 ha dalam kawasan konsesi PT Arara Abadi, Distrik Siak.

"Areal yang terbakar dan sebagian sudah ditanami kelapa sawit oleh masyarakat dan merupakan areal tanah gambut,” kata Dedek, kepada wartawan, Senin (05/08/19).

Kebakaran hutan dan lahan dengan Luas lahan yang terbakar sekitar 5 hektare bersebelahan dengan areal anak perusahaan Sinarmas Group.

Upaya pemadaman dilakukan tim pemadam PT Arara Abadi 11 orang, Polsek Bungaraya 10 orang, prajurit TNI 15 personel, MPA 20 orang. Mereka menggunakan alat berupa mesin honda mini starake 5 unit. Serta alat berat milik PT Arara Abadi 2 unit.

Pemadaman sudah berlangsung sejak Jumat (02/08/19) namun karena struktur tanah jenis gambut, api sulit dipadamkan dan membutuhkan waktu berhari-hari.

"Kendala yang dihadapi petugas seperti minimnya sumber air, mesin kapasitas besar tidak bisa menuju lokasi karena akses jalan susah dilewati," kata Dedek.

Humas PT Arara Abadi, Nurul Huda. Nurul belum menjelaskan kenapa selama ini lahan konsensi tersebut bisa dikuasai masyarakat dan tidak dirawat oleh PT Arara Abadi sebagai korporasi yang bertanggung jawab.

"Itu konsesi dikuasai masyarakat, yang ditanami perkebunan sawit. Dan kita sudah melaporkan dan meminta agar pihak-pihak terkait dari desa termasuk kepolisian untuk  melakukan penyelidikan,” ujar Nurul.

Dia menjelaskan, api yang diduga berasal dari Areal Claim yang areal konsesi nya selama ini diduduki  sekelompok masyarakat. 

Pihaknya juga saat ini tengah berupaya melakukan pendinginan dengan membuat sekat bakar memakai alat berat oleh tim Darat dan Heli water bombing (bom air) agar api tidak merembet dan menjalar ke tanaman konsesi. "Alhamdulillah api telah dikuasai (proses pemadaman)," pungkasnya. [red]