Ratusan Titik Panas Bertahan di Riau
Riau Terancam Kembali Ekspor Kabut Asap
.jpeg)
Ilustrasi
Beritariau.com, Pekanbaru - Satuan tugas kebakaran hutan dan lahan (Satgas Karhutla) Provinsi Riau mewaspadai ancaman "ekspor" kabut asap ke negeri jiran Malaysia dan Singapura menyusul kebakaran di wilayah pesisir yang semakin meluas.
Kepala Bidang Kedaruratan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Riau, Jim Gafur di Pekanbaru, Selasa (14/8/2018) mengatakan Kabupaten Rokan Hilir merupakan wilayah yang mengalami kebakaran terluas di provinsi berjuluk Bumi Lancang Kuning tersebut.
Rokan Hilir secara geografis berada di pesisir Provinsi Riau dan berbatasan langsung dengan negeri jiran seperti Malaysia dan Singapura.
"Pemadaman terus kami lakukan. Semua kekuatan kita kerahkan ke sana. Tapi memang cuaca sangat panas yang berdampak kebakaran sulit dikendalikan. Apalagi di Rokan Hilir, diujung dan perbatasan Malaysia," jelas Jim.
Dalam sepekan terakhir, sebagian wilayah Riau mengalami Karhutla cukup hebat. Salah satu wilayah yang mengalami Karhutla terparah adalah Kabupaten Rokan Hilir.
Berdasarkan data yang diperoleh dari Posko Satgas Karhutla Provinsi Riau, total luas kebakaran di Rokan Hilir mencapai lebih dari 200 hektare.
Kondisi tersebut diperparah dengan cuaca panas yang melanda sebagian besar Riau membuat Karhutla yang terjadi di lahan gambut kering semakin sulit dikendalikan.
Jim mengakui bahwa upaya penanggulangan Karhutla di wilayah Rokan Hilir lebih sulit dibandingkan dengan daerah lainnya di Riau.
Kabut asap akibat kebakaran yang melahap lahan gambut tersebut secara tidak langsung juga mempersulit pemadaman, baik dari jalur udara maupun darat.
"Dalam beberapa hari ini kita fokus pemadaman di Rokan Hilir. Semua kekuatan kita konsentrasikan ke sana," ujarnya.
Seperti pada hari ini, dia mengatakan Satgas Karhutla mengoperasikan empat unit helikopter jenis MI-171, Bell 214 dan dua unit Kamov ke sejumlah lokasi, seperti Dumai, Siak dan Rokan Hilir.
Namun, dua dari empat helikopter yang dioperasikan Satgas Udara Karhutla tersebut fokus melakukan pemadaman di Kabupaten Rokan Hilir.
Selain di Riau, ancaman Karhutla juga melanda sejumlah Provinsi di Pulau Sumatera. Berdasarkan data Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Pekanbaru terpantau sebanyak 103 titik panas yang mengindikasikan terjadinya kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di Provinsi Riau, Selasa.
Kepala BMKG Pekanbaru, Sukisno di Pekanbaru mengatakan sebagian besar titik panas yang terpantau melalui pencitraan Satelit Terra dan Aqua diperbarui pukul 16.00 WIB tersebut terkosentrasi di Kabupaten Rokan Hilir.
"Dari 103 titik panas, 97 diantaranya menyebar di Rokan Hilir," kata Sukisno.

Sementara itu, sejumlah titik panas lainnya menyebar di Kota Dumai dua titik, dan satu titik masing-masing di Bengkalis, Pelalawan, Kampar dan Kabupaten Siak. [don]

