Promosi Smart City di APEKSI Pekanbaru, DPRD: surat menyurat aja masih manual
APEKSI - Pertunjukan Pentas Seni Di Gelaran APEKSI Pekanbaru, kemarin. Salah satu gelaran yang diekpose Pemko Pekanbaru yakni memaparkan program Smart City di bidang IT | Istimewa
Beritariau.com Pekanbaru - Anggota DPRD Kota Pekanbaru dari Fraksi Hanura, Ferry Sandra Pardede, menilai, promosi Smart City dalam acara Muskomwil I Apeksi Regional Sumatera tahun 2018, terlalu berlebihan.
Menurutnya, kecanggihan di bidang teknologi yang di ekpose Pemko Pekanbaru kepada para tamu di APEKSI tidak sesuai dengan kenyataan yang sebenarnya.
"Saat ini saja persoalan rekam e-KTP masih jadi persoalan, surat menyurat aja masih manual, tentu tidak sesuai dengan kecanggihan IT yang dipertontonkan oleh Pemko pada tamu APEKSI kemarin," cetus Ferry, kepada wartawan, Senin (5/2/18).
Dia berharap, penampilan dan realisasi ekpose smart city yang disampaikan bisa direalisasikan kepada masyarakat Pekanbaru. Dimana, apresisi IT yang ada di Pekanbaru, sesuai dengan apa yang disampaikan dan dipromosikan Pemerintah Kota Pekanbaru.
"Realisasi di masyarakat itu yang lebih penting. Setelah tidak ada tamu, perhelatan selesai, kita harap Pemko tetap konsisten, jangan hanya cerita bual saja," tegasnya.
Dijelaskannya, wacana menjadikan Kota Pekanbaru smart city jangan hanya slogan saja. Harusnya, Command center smart city berkesinambungan. Terlebih, pembiayaan IT sudah dianggarkan.
"Diharapkan sesuai faktalah, visi misi walikota direalisasikan, jangan hanya datang tamu kota disulap, sehingga Walikota tidak mendapat puji-pujian belaka, ternyata di belakang tidak ada apa-apanya," terangnya. [bam]

